Novel : Badboy meet Someone ( Part I )
Badboy meet Someone
Hai guys, perkenalkan namaku Rezky Azrial, biasanya
aku dipanggil Reky. Sekarang ini aku duduk di bangku kelas III SMA, orang
banyak mengenal diriku sebagai Playboy most wanted di sekolah. Siapa yang gak
kenal coba, aku seorang Ketua Osis , Kapten Basket, Tampan, Kaya dan Pintar pastinya. Namun bukan hanya itu aku sering gonta ganti pasangan di
sekolah, mungkin hampir seluruh gadis
disekolah ini sudah pernah jadi pacarku, karna aku sering menjadikan Pacarku
hanya sampai 2 minggu paling lama.
Banyak yang mengatakan hati hati dengan namanya Cinta dan awas kena karma,
namun sampai sekarang aku gak percaya yang namanya CINTA, jadi pasti bertanya
tanya kenapa kamu pacaran? hanya ingin mencari namanya cinta.
Dan sekarang aku lagi berhadapan dengan seorang gadis
yang masih berstatus pacaran ku dalam 2 minggu ini, yang sebentar lagi akan aku
putuskan karna aku belum merasakan getaran yang orang bilang untuk Cinta.
Lihatlah tingkahnya sekarang, kami lagi makan di café di dekat sekolah,
“ kamu kok gak makan si sayang ?” kata sanny dengan
manja
“aku sudah
kenyang lihat kamu makan, lihat ini pipimu gembul saat makan “, ucapku sambil
mencubit pipi.
“ iiihh….., makanlah kan sudah dipesan, dan pipiku
sakit jika kamu cubit reky “ sanny sebel dengan mempout bibirnya sambil makan,
aku hanya ketawa kecil dan ikut makan bersamanya.
Setelah kami selesai makan dan jalan jalan, aku
mengantar sanny pulang ke rumah, dan saat sampai di depan pagar rumahnya itu
juga aku memutuskan sanny.
“ sanny, ku rasa kita akhiri hubungan ini, krna aku
sama sekali tidak merasakan apapun samamu selama 2 minggu ini.”
“ kau bilang apa ??? gak merasakan apapun ???
bahkan saat kita jalan atau saat kita bersama ?” sanny terkejut dan emosi saat
aku mengatakan itu secara tiba tiba.
“ ia, bahkan
saat kita berciuman pun , aku tidak merasakan getaran sama sekali” ucapku
santai.
”kau ingin merasakan getaran ??? baiklah ini ku
kasih getaran sama mu “, ucap sanny sambil menampar pipi ku keras dan dia pun
mengeluarkan air matanya.
“ sudah rasakan getarannya ky? sudah puas? “
“ kamu kok jadi nampar aku ? kamu juga seharusnya
tau, kalau kau jadi pacarku juga itu krna kamu kan yg meminta sama ku jadi
pacarmu dan kamu juga tau kan, jika aku gak akan lama untuk berpacaran” ucapku
emosi krna cukup pedas tamparannya di pipiku.
“ sudahlah
aku pergi, tamparan ini ku anggap sebagai jawaban mu“.
aku pun pergi cuman terakhirnya sanny memelukku dan mengatakan
“biarkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya ky” aku pun
membiarkannya sampai dia berhenti menangis di pelukkan ku, dan setelah itu aku
pun pergi.
Keesokkan harinya
Aku sudah sampai di sekolah selalu tepat pukul
07.15, dan setiba aku dikelas, teman se-tim ku mengelilingi aku.
“ ky, kamu sudah putus sama sanny ???” billy dengan
hebohnya bertanya.
“ kamu gila ya Ky, cewek primadona sekolah dan
ketua tim cheerleaders kamu putuskan.” Kalau ini tito yang heboh.
“ kapan sih Ky kamu berubah dan bertobat ?, semua
cewek di sekolah ini kamu putuskan dan gak ada yg bertahan lama, kenak karma
jadi Gay kamu tau rasa” ini sih farel.
“ kalian kok heboh dan kepo sih??, tambah lagi kamu
rel, kau doakan aku jadi Gay , ahk ?? “ ucapku kesel karna ucapannya farel yang
mengatakan aku gay.
“ bukan gitu lo ky, soalnya dirimu sih, sudah
hampir stock cewek di sekolah ini sudah pernah jadi pacarmu ,dan gak ada yang
bertahan, alasanya gak ada getaran, gak ada feel dan gak ada cinta”
sewot Farel .
“ kamu juga, seperti apa sih tipikalmu ky, kayaknya
dari cewek yang imut, sampai yang cantik, dan dari junior sampe senior, dan
dari yang feminim sampe yang tomboy, sudah pernah jadi pacarmu” tambah sewotnya
sih tito.
“ kok kalian yang marah, kan sudah pernah ku bilang
ama kalian alasanya, yaitula alasannya jadi mau kalian apa ?” balasku santai
“ jangan seperti itu ky , awas nti kamu jadi mati
rasa pulak sama cewek, bisa bisa kamu beralih ?” goda billy .
“ enggak akan, lagian aku gak percaya yang namanya
CINTA.” Balasku acuh sambil mengeluarkan buku MTK .
“ jadi untuk apa kamu menerima semua tawaran cewek
untuk jadi pacar mereka jika kamu tidak percaya yang namanya cinta.”, tanya tito.
“ entahlah, kan mereka yang meminta bukan diriku “
balasku acuh.
“ oke oke, terserahmu lah ky, cuman kami ingatkan
dirimu untuk mencari pacarmu yang sesungguhnya , dan sebentar lagi guru masuk,
kalian balik la ke meja “ ucap farel
sambil melerai kami untuk focus belajar setelah itu bunyi bel masuk .
# Jam Istirahat
“aduh otakku sepertinya mau meletus aja , itu pak kasim gak mikir
pulak tadi ngasih tugas ke kita” ngomelan tito sepanjang bunyi bel istirahat
setelah jam MTK pak kasim berakhir.
“ itu bukan pak kasimnya yg salah, cuman radar
kapasitas otakmu aja yang sudah gak sanggup menerima dan gak sanggup
mencernanya, dasar otak kecil, tapi kepalamu aja yang besar” balas si billy
sambil menoyor kepala sih tito.
“ kok jadi nyalahkan otakku ,maksudmu aku bodoh ,
Ahk ?? asal kamu tau ya billy, aku ini bisa masuk kelas A, brti aku bukan otak
kecil, dan kenapa kau bilang kepala ku besar, kepalaku gak besar, ingat itu ya
“ balas sewot tito gak terima.
“ kamu bisa masuk kelas A, itu krna kau berkawan
dengan kami, dan kami dengan baik hati mengajarkan mu agar bisa masuk kelas A
dan bertahan disini,” balas billy.
“aduh kalian ini, gak ada acara apa gitu selain
berantem, apa kalian gak lapar ? aku soalnya da lapar mau ke kantin bareng sih
reky” sahut farel untuk meleraikan mereka berdua.
“ yuk la rel, ky, biarkan aja si tito mo meletus
kepalanya, aku pun da lapar”, tarik si billy aku dan farel keluar kelas ke
kantin.
“ yak, tunggu aku, aku pun lapar, butuh nutrisi di
otak dan tubuh “ teriak tito sambil mengejar kami ke kantin.
Oh ya, aku belum memperkenalkan teman se-tim ku ini
ya,
baiklah, ku mulai dari sih Prasetyo atau kami
panggil tito, Anaknya cerewet, paling heboh, paling riuh dan paling cepat
marah, cuman jika gak ada dia gak akan rameh tim kami ini, dan dia ada di tim
basket kami.
Sedangkan sih Brimily Dikto atau kami panggil billy , Anaknya jutek, judes
dan usil, ini anak suka sekali jahili si tito tapi walaupun seperti itu mereka
bisa kompak dan berteman dengan baik maupun di tim, dan si billy juga anggota
tim, mereka berdua ini di basket sebagai sepasang sayap kiri dan kanan.
Dan terakhir si Zhafarel atau dipanggil Farel, Anaknya
dingin, cuek dan dia yang paling sifatnya tenang. Dia orang selalu meleraikan
pertengkaran jika ada pertengkaran di tim kami dan Farel di tim basket sebagai
center.
Dan pasti ada yang bertanya tanya, anggota tim
basket kan ada 5 orang ? 1 orang lagi siapa ?, oh ia adalah junior dibawah kami
makanya dia gak ada di grup kami. Oke sudah kenalkan itulah mereka.
# Jam Pulang.
“guys, hari ini nginap ke rumah ku yuk main PS
kita, bsok kan libur “ ajak billy saat
bunyi bel jam pulang.
“ asyik tuh, ada game baru rupanya ?” tanya tito.
“ ada, baru
beli kemarin soalnya, yokla kita coba gamenya” ajak billy.
“ yuk, aku ikut nginap yang lain gimna ?” tanya
tito.
“ okelah aku
ikutan, toh besok libur, kamu ky ikutan ?” tanya farel.
“ aku lihat nanti , krna hari ini aku mo ngawani nyokap
ke mall katanya mo ada kolega papa yang datang ke rumah bsok jadi nyokap mau
belanja dulu untuk persiapan nyambut kolega baru papa ku dari singapura, jika
dikasih ijin aku akan ikutan dan kabari pun bagaimana nanti, oke ?!, kalau gitu
aku duluan ya ” balas ku sambil jalan ke parkiran dan duluan gerak pulang
# at rumah
Saat aku sampai di rumah, aku sudah di tarik mamaku
keluar bahkan aku belum meletakkan tas ku dulu, “ mama, tunggu dulu loh ma,
anaknya juga baru sampai dirumah belum juga bernafas sudah ditarik keluar
lagi,” rengek ku sama mama.
“ oh ya mama
hilaf, soalnya jika kamu mama tunggu ganti baju lagi kamu bakalan lama, jadi
langsung mama tarik aja kamu , nih kamu bawa mobil, mama gak mau diantar naik
motormu itu, soalnya gak muat nanti belanja kita, cepat buruan keburuan sore”
tarik mama ke teras depan sambil nyerahkan kunci mobil ke aku.
“ ya ampun mama kejam sama anaknya, emang siapa
yang mau datang sih, kok mama heboh sekali,
ni bukan pertama kalinya kolega papa datang ke rumah, cuman kenapa yang
ini mama sepertinya kayak mau datang presiden Negara aja kolega kita itu “
sewotku sambil masuk mobil dan mengandarai mobil ke mall untuk belanja.
Sepanjang
belanja di mall sepertinya semua yang ada di supermarket itu dimasukan ke
troli , dari daging, buah, sayuran dan minuman dibeli mamaku. Ini mau berapa orang sih datang kok seperti
banyak sekali dibeli, yaudalah aku tak mau memikirkannya.
Dan akhirnya kami sampe di rumah dengan begitu
banyaknya kantong belanja mama, dengan baik hatinya aku mengangkati itu semua
ke dapur dengan mama yang santai pergi begitu saja tanpa membantu, dengan
santai akan berkata “ begitulah, kan jadi berasa punya anak lelaki jika seperti
ini”.
Jadi maksudnya selama ini aku dikiranya anak
perempuan, iiih punya mama seperti ini kesalkan, untung mamaku, jika enggak ,gak
ku cakapin juga. Setelah selesai aku angkati belanjaan itu, niatnya mo ke kamar
tiduran.
Namun mama ku sudah bersuara “ ky, gak keluar ?
mama mau kasih tau, bsok kamu jangan
kemana mana ya, hari ini mama kasih deh kamu keluar tapi jika besok, kau harus
ikut makan malam sama kolega kita ya, Karna ini kolega papa yang paling penting
karna 50% saham papa mu dipengangnya, dan satu hal lagi, besok jaga sikap sama
kolega papa ini, paham ???” celoteh mama panjang.
“ ia ma, ia ma, aku ingat dan besok aku gak
kemana mana, kalau gitu aku hari ini pergi nginap di rumah billy ya mama, kan
itu acaranya malam, jadi aku akan sampai di rumah siang hari ya mama, sesuai
perintah mama aku akan ada di acara makan malam sama kolega papa, kalau gitu
aku ke kamar dulu ya mama, mau siap siap ke rumah billy, oke mama” ucap ku
sambil naik tangga ke kamar ku yang emang berada di lantai 2, dengan mama yang
hanya gelengkan kepalanya.
Setibanya aku dikamar , aku langsung aja chat billy
bahwa aku bisa ke rumahnya nginap dan tambah banyak perlengkapan kubawa, aku
turun kebawah dan mencium pipi mama serta permisi ke mama ke rumah billy. Tidak
sampai 20 menit aku sudah tiba di rumah
billy sekitar jam 7 malam, dan semua sudah di kamar billy dengan billy dan tito
sedang bermain game yang dikata billy baru baru dibelinya sedangkan si farel
lagi asyik baca komik di atas tempat tidur, dan farel la yang sadar jika aku
sudah datang.
“ loe dah datang ky, kok lama sampai? apa aja yang
dibelanjakan nyokap lo sampe jam segini baru nongol “
“ banyak mama ku belanjaanya sampai aku sendiri
heran , ini yang mo datang kolega atau Presiden Negara , daripada itu kalian da
pada makan belum ? soalnya ku langsung kesini setelah selesai belanja sama
mamaku, jadi gak sempat makan” balasku sambil rebahkan diriku samping farel .
“ oh kamu toh ky, kalau kamu lapar makan aja dulu
ke bawah, tadi bu sirah sudah siapkan makan malam untuk kita , karna tadi sudah
sempat ku bilang ama bu sirah kalau kalian nginap , atau tunggu bentar lagi ky,
karna bentar lagi aku akan menang lama tito , siap itu kita kebawah makan,
oke.?” Balas billy yang sadar kalau aku datang
sambil focus memainkan gamenya , sedangkan tito hanya nyahut jika dia
gak akan kalah melawan si billy , aku hanya menidurkan badanku sebentar walaupun
aku sudah lapar, aku tidak mau makan duluan karna jika sama mereka pasti akan
seru dan menyenangkan, krna jika menunggu mereka selesai main game pasti itu
akan memakan waktu yang cukup sangat lama.
Keesokkan harinya
Setelah semalaman aku dirumah billy hanya keributan
yang terjadi karna semalem setelah selesai kami makan malam, bukannya tidur
mereka balik main game sepak bola itu dan itu berlangsung hingga pagi dan
sekarang sudah sekitar jam 11 , aku dan lainnya baru bangun. Ini sih efek karna
hari ini libur dan efek karna perut sudah kelaparan sehingga
membuat kami terbangun turun kebawah untuk makan.
“ billy, kok rumahmu sepi, mana nyokap dan bokap mu
? serta mana kak yita ? mereka kok gak Nampak ?” tanya ku setiba kami dibawah.
jika semalem mereka gak Nampak mungkin mereka belum
pulang , lah ini kan libur dan ini sudah siang kok pada gak ada.
“ oh!!! Mereka lagi pergi ke rumah nenek , katanya
nenek sakit jadi hanya aku yang ditinggalkan karna masih sekolah, makanya aku
ajak kalian nginap sekalian nyobain game baru ku beli, yaudalah yok makan, aku
da lapar, bu sirah!!! Ibu da masak atau belum bu, soalnya da lapar” jelas billy
tentang keluarganya yang gak ada setelah itu billy manggil bu sirah sambil
merengek lapar ke bu sirah.
“ sudah masak kok den, nasi goreng dan telur sambal
yang ada den, atau aden mau masakkan yang lain, biar bu sirah siapkan “ balas
bu sirah ke billy sambil tersenyum.
“ gak usa deh bu sirah, itu sudah cukup untuk
sarapan pagi ini, cuman bole gak bu sirah nanti siang buatkan soto , soalnya
lagi kepingin bu sirah makan soto, jika bu sirah repot, nanti kami keluar aja
beli soto di luar, yang penting sekarang kami makan dulu ya bu.”
“ gak repot kok den, yauda nanti bu sirah buatkan
soto den, kalau gitu bu sirah siapkan dulu sarapannya ya den” siap bu sirah
nyediakan sarapan, kami pun makan sambil bahas tentang pertandingan basket
antar sekolah diawal tahun ini untuk mulai menyusun jadwal latihan dan aku
juga teringat tentang persiapan penyusunan kegiatan osis dan pelepasan jabatan
ku ditahun ini karna tahun ini aku sudah duduk di bangku kelas III yang
akhirnya aku pun langsung chat seluruh anggota osis untuk berkumpul saat masuk
sekolah nanti.
#dirumah
Setelah Sore menjelang sekitar jam 4 aku balik ke rumah, setelah selesai menyicip soto bu sirah dan ditambah mamaku sudah menyuruh pulang dari sekitar jam 3, dia mengingatkan kembali tentang acara kolega papa tersebut dengan omelan
“mama bilangkan siang hari reky sudah dirumah, lah ini sudah jam 3 reky, kamu mau jam berapa balik ke rumah, ingat kita ada acara makan malam dengan kolega papa dan mama sudah membiarkan kamu semalem pergi dan sekarang kamu belum kembali, jangan buat mama marah ya reky, sekarang kamu pulang oke?”
begitulah
omelan mamaku ditelepon, padahal acaranya jam 7 dan yang dibutuhkan hanya para
orangtua, kalau diriku hanya pelengkap saja dasar bikin kesel. Sekarang mama
langsung menyuruhku membantu di dapur setiba aku dirumah, dan tak terasa sudah
sekitar jam 6 dan makanan serta minuman sudah tersedia di meja makan, setelah
itu mama menyuruhku mandi dan bersiap siap agar saat kolega papa datang kami
sudah rapi dan siap.
Jam 7 pun tiba, kolega papa datang bersama papa ke rumah ,mama langsung menyambutnya dengan senyum setelah itu, mama mempersilakan mereka masuk dan memanggil aku untuk turun agar makan bersama dengan kolega papa itu. Saat sampai aku kebawah, betapa terkejutnya siapa yang datang kolega papa yaitu seorang pria paru baya , wanita paru baya yang masih terlihat elegan dan tampak masih muda diusia yang setara dengan orangtuaku tapi bukan itu masalahnya namun sosok anak yang berusia yang sama dengan ku
“bukankah
itu sih cardo ?, ngapain dia kesini ?, jangan bilang dia adalah anak kolega
papa? Bukannya mama bilong kolega papa dari singapura kenapa malah dia yang
muncul? Dan pasti cardo inikan bukan orang singapura?” inilah yang
muncul dibenakku saat melihat cardo yang muncul. Mamaku membuyarkan lamunan ku
saat menyuruh untuk ucapkan salam dan perkenalkan diriku, “ malam tante dan om,
aku Rezky Azrial anak kedua , salam kenal “
“ halo rezky, ku dengar kamu satu sekolah dengan
Ricardo ya ? apakah kamu kenal anak om rezky ? apakah ricardo ada berbuat
masalah di sekolah ? soalnya om dengar kamu ketua osis, pasti kamu pernah jumpa
sama anak om?” ucap kolega papa memperkenalkan anaknya.
Siapa juga gak kenal anaknya, Ricardo atau kita
sebut aja cardo, kapten sepakbola sekolah, ketua gang preman sekolah yang
kerjaannya bolos, terlambat masuk ,jika disekolah berpakaian selalu acak-acakan
,dingin, jutek, kasar dan cuek dengan kawan sekolah kecuali kawan gang nya, dan
terutama cowok yang paling sadis menolak pernyataan perasaan wanita walaupun
begitu dia tetap banyak yang mau jadi pacarnya, aku heran cowok yang seperti itu kok banyak yang suka, kata kak
yita sih kakaknya billy, cowok badboy itu lebih banyak yang suka dibandingkan
charming boy. Dengan sikapnya disekolah yang terkenal tukang bolos, dia selalu
dapat peringkat 10 besar disekolah, garis bawahin masuk dalam peringkat 10 BESAR SEKOLAH
BUKAN KELAS, inilah aku juga bingung kenapa dia bersikap dengan gak sopan dan
juga dia gak pindah ke kelas A? kenapa dia bertahan di kelas F yang kita tahu
itu kelas paling bobrok dan gak ada aturannya dan sekarang lihat dia datang
dengan berpakain paling rapi yang pernah aku lihat.
“ ia om, kenal kok sama ricardo, cuman hanya kenal
namanya aja om, karna anak om kan masuk 10 besar disekolah.” Balas ku nanggapi
ucapan kolega papa itu.
“ hahaahahah....” tawa papanya cardo ,belum sempat
papanya ricardo jawab, sudah dipotong papa untuk makan terlebih dulu lalu
dilanjut kembali dan mereka diajak ke ruang tengah, sepanjang acara makan malam
, aku hanya focus makan dan sembari melihat cardo yang menatap aku tajam, apa ada
yang salah dengan aku, hingga dia menatap aku tajam. Kayaknya tadi aku tidak
ada menjelekkan dia didepan papanya, karna kau malas berurusan dengannya yang
terkenal akan membuat seseorang akan jera jika membuat dia marah atau tidak
disukainya , aku coba abaikan saja cuman jika terus dilihatin kan kesal juga.
Saat piring ku sudah habis, aku coba ijin ke kamar untuk istirahat atau untuk
menghindari acara yang membosankan ini, dan berdiri namun mamaku menyelah
“ ajak ricardo ky ke kamarmu , ntah main game kalian
atau biarkan dia istirahat sebentar di kamarmu sambil menunggu papa dan papanya
ricardo menyelesaikan acara ini dan mama juga ingin kalian saling mengenal
lebih dekat lagian mama juga ingin berbincang dengan mamanya ricardo tentang
fashion , daripada nak cardo menunggu sendiri disini, karna mereka baru sampai
dari singapura, oke ?” .
“ baiklah mama, yok do kita main game di kamar atau
kamu bisa istirahat dikamarku,” balasku kesal sambil naik ke atas dan hanya
sebentar melihatnya untuk mengajak ke kamarku, hancur juga niatku untuk
menghindari dirinya ataupun acara makan malam ini, setibanya di kamarku, dengan
seenak hatinya dia langsung tiduran dikasurku tanpa ada ijin ku , nih anak
emang gak ada sopannya ya, tadi dibawah sok sopan sekali dan sok ramah lagi
sama mamaku, betul betul bikin kesal.
“ hey ky, kamarmu nyaman juga dan kasurnya juga
empuk, lumayan la aku bisa tiduran sebentar disini sambil nunggu orangtuaku,
dan jangan melihatku seperti itu, nanti kau jatuh hati melihat ketampanku ”
ucapnya tanpa membuka matanya dan kemungkinan dia sadar jika aku lihatin dengan
mata melotot .
“ KAU !!!, siapa juga yang akan jatuh hati samamu
dengan tingkah kau yang seperti ini, bikin ifeel ia, dan kau dengan gak tau
dirinya langsung tiduran dikasurku, betul gak ada sopannya” ucapku kesal sambil
duduk dikursi meja belajar menatapnya kesal.
“ lah bukannya kamu yang mengijinkan ku untuk
istirahat dikamarmu, kan istirahat gak sama dengan tiduran, percuma juara 1
kayak gitu aja gak bisa cari persamaanya, sudahlah daripada kau banyak bicara
lebih baik kamu diam aja biar aku bisa tiduran dengan nyaman dan tenang “
balasnya tetap dengan mata tertutup dan itu betul membuatku emosi dengan
sikapnya seakan ini kamarnya, aku hanya mendengus dan menghela nafasku sambil
membalik badanku membelakanginya, daripada aku makin emosi lebih baik aku main
game di hp ku dengan membiarkannya bertingkah sesuka hatinya dikamarku.
# 3 hari berlalu di sekolah
Sesampainya aku disekolah aku berjumpa dengan
makhluk yang membuatku naik darah ( kemarin saat keluarganya ternyata adalah
kolega papaku ) di kooridor sekolah dengan cewek yang membawa bunga, mungkin
menyatakan perasaannya kepada mahkluk kasar itu, tapi tumben dia gak terlambat
seperti biasanya, eh,..eh.. kenapa itu cewek nangis? Apa ditolak ama dia ya ?
bukannya itu cewek termasuk imut ? dasar gak punya hati untuk menolak cewek
dengan lembut, aku saja mutuskan cewek dengan cara lebih lembut, ahhah… dari
pada mikirkan dia lebih baik aku ke kelas dan ke ruangan osis untuk membuat
rapat osis , aku pun bergegas ke kelas.
Setibanya di kelas aku langsung di tanya billy
“ ky, hari ini kita buka jadwal latihan basket kan
sepulang sekolah ?, biar ku umumkan ke anggota junior kita yang lain”
aku hanya mengangguk untuk menjawabnya karna aku
lagi malas. Billy pun langsung balik ke
mejanya dan sibuk dengan hpnya untuk memchat seluruh anggota sedangkan tito
kebiasaanya dia lagi main game onlinennya, sedangkan farel dia hanya diam
membaca komiknya.
Tak terasa jam bel pulang bunyi , aku langsung aja
ke ruangan osis setelah menyampai sama ke-3 temanku untuk membuka jadwal
latihan atau jika anak baru untuk memcoba tes kemampuannya, karna kami hanya
butuh yang bisa , tidak ingin banyak personil namun sedikit yang berguna, jadi
jika mereka gak lolos ya mereka gak akan jadi anggota tim basket.
Gak terasa hari sudah menjelang malam , jam sudah
menunjukan jam 7, aku pun mengakhiri rapat osis ini yang gak terpikirku bakalan
sampe selarut ini kami pulang. Aku pun menutup ruangan dan berjalan ke parkiran
untuk mengambil motor ku agar cepat pulang, diperjalanan aku pulang aku
memperlambat motorku karna aku melihat seonggak orang tergeletak di jalan yang
memang jalan ini cukup sepi dan sekarang sudah jam 8, dan aku mendekatinya
ternyata si cardo yang babak belur tergeletak di jalan, sempat terpikirku,
apakah aku tolongkah ? atau ku biarkan aja ? soalnya malas sih berurusan
denganya tapi kasian juga dia seperti ini, tambah lagi ini sudah cukup malam
dan sepi di jalan ini, kasian juga gak ditolongin, tapi dengan banyak
pergelutan dipikiranku akhirnya aku pun menolongnya dan aku mengendongnya ke
motorku, dan ku bawa ke rumah sakit. Setiba dirumah sakit aku segera membayar
biaya rumah sakitnya untuk diberi pertolongan dan mencoba menghubungi temannya
melalui ponselnya, untungnya aja ponselnya tidak terkunci seperti ponselku, aku
pun segera menchat temannya untuk datang ke rumah sakit, dan yang ku herankan
di kontak diponselnya hanya ada 5 orang
selain orangtuanya?! Benarkah ini orang mahkluk social? Tapi aku gak mau terlalu
memikirkannya, akhirnya aku pun pulang setelah aku melihat dokter telah
menanganginya dan aku sudah menghubungi temannya.
# 1 minggu berlalu di sekolah
Hari ini aku betul sial kurasa, sudah terlambat
bangun, diomelan mama dan papa akibat semalem kelamaan pulang padahal sudah
dijelaskan aku rapat osis , dasar orangtua yang tidak mempercayai anaknya dan
ditambah ban motorku bocor akhirnya kau naik bus yang betul betul padat hingga
tidak ada tempat duduk dan aku harus berdiri, padahal aku sudah menghubungi
ke-3 temanku dan ternyata mereka sudah di sekolah. Dan sekarang aku lagi
berlari ke gerbang sekolah karna sebentar lagi gerbang akan ditutup, aku pun
sampai di sekolah dengan nafas yang tersengal sengal. Cukup sudah sialku hari
ini. Aku pun segera ke kelas setelah menetralkan pernafasanku. Oh ya sudah
seminggu berlalu aku tidak melihat sicardo itu setelah kejadian aku menolongnya
di jalan, apakah dia masih hidup kah ?? , tapi bodoh amatlah jika terjadi apa-
apa…
Aku pun berjalan sedikit lebih santai ke kelas
setelah kejadian yang melelahkan, namun belum sampai aku di kelas aku sudah
dicegat oleh komplotan yang ku ketahui ini kelompotan si cardo, ada apa dengan
mereka ? kenapa aku ditahan ? aku pun coba untuk bebas dengan berjalan ke kiri
dan ke kanan, namun mereka tetap menahan ku, bikin kesal sudah taukah mereka
sebentar lagi bel masuk , akhirnya aku pun bersuara
“ ada apa ini ? kenapa aku dicegat ? ada urusan apa
aku dengan kalian ? sepertinya aku tidak ada berurusan dengan kalian” tanya ku
dengan wajah yang cukup kesal dan tajam, namun bukan mereka yang membalas
ucapku namun dari belakang ku la suara yang membalasku.
“ emang mereka gak ada urusannya denganmu, namun
aku yang berurusan denganmu rezky azrial,” dan ternyata si cardo, baru juga ku
teringatin dan sekarang dia muncul dihadapanku dan apa urusannya denganku?, aku
pun mempertanyakannya.
“ urusan apa ?, setahuku aku tidak ada berurusan
denganmu kecuali papaku dengan papamu yang punya urusan bisnis “ bukannya
membalas ucapku dia malah menarik narik ku dengan kasar dan kuat sekali serta
langkah kakinya yang cukup panjang dan aku pun coba melepaskannya dan
memperingatinya untuk melepaskanku karna sebentar lagi akan bel masuk dan
anggota gang satupun tak ada yang mengikuti kami.
Ada apa ini ? kok aku dibawak ke belakang sekolah
yang terkenal tempat paling sepi dan angker katanya, setibanya diapun
melepaskan aku, aku pun langsung mencoba untuk balik badan untuk kembali ke
kelas , namun dia langsung menahan lengan dengan cukup kuat, dia kenapa sih.
“ kamu kenapa sih do ? kenapa kamu bawa aku kesini,
kamu gak tau apa sebentar lagi mau masuk dan apa ini coba ? kamu menahan lengan
kuat kali, ini sakit tau gak ?” ucapku kesal dan membentaknya dengan mencoba
melepaskannya, namun bukannya melepaskannya dia malah menarik ku ke dinding
sekolah dan mendekati dan berbisik
“ kamukan yang menolongku seminggu yang lalu ?” aku
pun coba membalasnya dengan sedikit risih karna jarak yang cukup dekat.
“ enggak, sok tahu kamu, ngapain juga aku nolongi
orang kayak kamu, emangnya kamu kenapa seminggu yang lain” aku sedikit berbohong karna aku tidak ingin
berurusan dengannya.
“ jangan coba untuk membohongi aku karna percuma”
ucapnya dengan sedikit tersenyum namun
tetap dengan jarak yang cukup dekat dan membuatku risih dengan sedikit kekuatan
aku pun coba mendorongnya dan berhasil sekarang ada jarak diantara kami tidak
seperti tadi.
“ jangan bercanda kamu cardo, mana buktinya aku
menolong dirimu, karna sudah ku bilang aku tidak ada menolongmu, dan kapan aku
menolongmu?, dimana ? “ ucapku kesal dengan tingkahnya yang tidak mempercayaiku
dan dia pun mulai merogoh kantung celananya, mengeluarkan sesuatu .
“ bukti? Apakah kartu siswa ini cukup membuktikan
bahwa yang menolong aku itu kau ? apakah ada yang lupa mengambil kembali kartu
siswanya saat melakukan pembayaran biaya rumah sakit?”
sial kenapa aku bisa lupa kartu siswa ku kemarin,
iiis…. Begonya aku waktu itu, pantasanya kemarin aku mencari kartu siswaku gak
Nampak saat diperpus kemarin niat ingin meminjam buku.
“ jangan asal bicara kamu cardo, bisa aja itu
terjatuh di sekolah ini dan kamu ambil lalu kamu bilang jika itu aku yang
menolongmu, sudahlah cardo balikkan kartu siswa ku, sini” balasku sambil coba
meraih kartu siswa ku yang dipegangnya namun dengan cepatnya tanganya sudah
diangkat tinggi keatas sehingga aku susah untuk mengambilnya.
“ aku sudah yakin pasti kamu bilang seperti itu,
makanya kau pun memfotokan kertas administrasi pembayar sebagai bukti yang
lebih akurat, Jadi kamu sudah gak bisa mengelak,”ucapnya sambil tersenyum.
“ baiklah aku ngaku, aku sudah menolongmu, jadi
sini balikkan kartu siswa ku” ucapku sambil ulurkan tanganku dan mengakui.
“ gak segampang itu “ lah ini kenapa lagi, makin
gak tahu diri , sudah ditolong juga ditengah jalan , bayar biaya RS nya juga.
“kamu gak
tau diri, apa maksudmu , gak mau kembalikan kartu siswa ku, sini cepatan”
ucapku kesal, dengan gak tau dirinya dia malah berucap yang makin aku emosi.
“ karna kartu siswa mu samaku, aku ingin kamu
membantuku untuk buat cewek cewek yang bikin risih itu jauh dariku”.
“ maksudmu bantu kamu untuk membuat cewek jauh dari
kau apa ?, jangan makin banyak tingkah la cardo, kamu betul gak tahu diri
sekali, baiklah jika kamu mau kartu siswa ku silakan ambil kartu siswa ku
semaumu, dan jangan pernah ganggu aku, aku betul menyesal menolong kamu kemarin
itu” teriaku marah membentaknya sambil berjalan menjauh darinya dan karna dia
aku sudah terlambat masuk di jam pertama dan kedua karna itu masih satu mata
pelajaran, bikin kesal, namun samar samar aku mendengar teriakannya mengatakan
“aku akan
betul membuatmu menyesal menolongku karna itu akan membuat berurusan denganku”
inginnya aku berteriak namun aku urungkan niatku
untuk tetap tenang berjalan kekelas. Dan mulai hari ini aku akan memproklamikan
ini adalah hari terburukku, bikin kesal, karna masih menunggu jam kedua habis
15 menit aku pergi ke kantin sambil meminum jus jeruk untuk mendinginkan kepala
ku. Setelah bunyi jam istirahat aku bergegas balik ke kelas , saat di kelas
bukannya aku bisa duduk dengan tenang aku malah ditanyain sama dua sohib ini.
” ky tumben kamu bolos , biasanya gak pernah,
kemana kamu ?”
aku hanya balas “ bukan urusanmu dan biarkan aku
tidur sebentar dan jangan ganggu aku oke, dan jangan banyak tanya” setelah itu
aku tiduran dengan kepala ku tundukan di atas meja .
Setelah kejadian seminggu lalu.
Hari aku betul-betul berurusan dengan namanya cardo, dimulai dari aku yang saat itu piket aku
harus mengurus hukumannya karna dia terlambat, saat dia bolos tidak sengaja aku
melihat dia dan tak tau dirinya aku malah ditariknya untuk mengikutinya bolos
dan akhirnya aku bolos untuk pertama kalinya dalam hidupku, saat pulang sekolah
aku yang baru selesai rapat osis harus dipanggil guru olahraga untuk
mengkoordinasi dengan tim sepak bola untuk ajang pertandingan antar sekolah
padahal ada osis di bidang olahraga namun aku yang dipanggil untuk menanyakan
siapa aja yang akan ikut ke pertandingan, dan namun yang ada aku malah digoda
untuk makan bareng mereka sebagai imbalan untuk memberitahukan nama perserta
namun dengan kesal aku teriak
“ jika gak mau memberitahu kan nama peserta kalian
, itu urusan kalian yang gak ikut pertandingankan kalian , terserah kalian mau
bagaimana aku gak perduli” teriakku kesal dan keluar dari lapangan sepak bola
sekolah.
Aku betul penat dengan hidupku yang selama 2 tahun
ini tenang sekarang berurusan dengan si cardo ini, aku pun ke kantin bareng
temanku saat jam istirahat, setiba di kantin aku ditahan seorang gadis yang
kami kenal dia adalah Star prom saat penerimaan siswa baru, cuman aku tidak
kenal namanya, cuman aku hanya menarik alisku sebagai tanda tanya ku kepadanya
.
“ aku… aku
revi kak” jawabnya aku masih aja diam dan menyatuhkan alisku
“aku… ingin ngomong sama kakak, kakak ada waktu ?”
jawabnyanya gugup.
“ oh, ia ada apa ya revi, jika mau ngomong ,
ngomong aja disini emang penting kah atau gimana ya revi ? balasku bingung
“ penting kak, bagaimana jika pulang sekolah aku
tunggu kakak di lapangan basket , boleh kah kak ?” setelah ku jawab dengan
anggukan, si revinya langsung lari kebelakang.
aku pun heran namun aku menghiraukannya karna
perutku sudah lapar dan lanjut untuk makan. Kami pun makan dengan berbincang
tentang cewek yang bernama revi, mereka pada beramsumsi bahwa diakan menyatakan
perasaannya samaku dan mereka bilang ini adalah tipekal cewek pemalu dan
kemungkinan aku akan bertahan lama dengan cewek yang ini, namun aku tidak
memperdulikannya karna aku hanya diam dan melanjutkan makanku.
Pulang sekolah pun tiba dan hari ini aku tidak ada
rapat osis ataupun jadwal basket hari ini , saat aku tiba diparkiran aku baru
teringat tentang cewek yang tadi siang dikantin , akhirnya aku pun putar arah
dan berjalan ke samping kanan sekolah tepatnya lapangan basket, dan setiba
disana betul cewek yang bernama revi itu menunggu aku disana.
“ hai revi, sudah lamakah nunggu ? maafkan aku ,
aku tadi sempat lupa kita ada janji bertemu disini” ucapku sampai dibelakangnya
dan dia pun putarkan badannya, dan betul ternyata kata ke-3 temanku bahwa si
revi ini menyatakan perasaannya, dan akhirnya aku pun coba untuk menerimanya
namun sebelum itu aku telah memperingatkan mereka jika mereka bisa aja putus
jika aku tidak bisa menerima cinta mereka atau tidak ada perasaan di dalam
hubungan ini berjalan, dan si revinya pun terima dan memeluk diriku dengan
senyum yang terlihat diwajahnya yang sangat manis.
Namun tanpa disadari mereka si cardo melihat mereka
di lapangan basket berpelukan dengan mimic wajah yang cukup seram walaupun
bibirnya membuat tanda tersenyum,
Fix aku bakalan mutusin revi karna sifatnya yang
menurutku makin merajalela, dan lihat saat aku lagi diskusi dengan sekretaris
osisku si wenny , dia malah menunduhku selingkuh dengan cemburu buta yang
berlebihan, huhfh… dasar anak labil pikiranku.
Dan lihat ini aku lagi latihan basket dia datang,
ada apa ini ? tumben dia datang? Apakah dia sudah berubah ?.
“ ky sayang
, apakah masih lama pulangnya ?” teriaknya di tepi lapangan
“ baru juga kami mulai latihan revi” ucapku setelah
sampai di tepi lapangan
“ alasanmu aja kan latihan, kamukan kaptennya kan
bisa gak ikut latihan sekali aja” rengek si revi
“kamu gak lihat revi, aku betul latihan bukan
alasan, kamu kenapa sih? Berhenti bertingkah kekanakan “ tegasku
“kamu kok jadi marah ama ku,oh.. atau memang
sebenarnya emang alasanmu kan latihan atau rapat osis biar kamu bisa dekat
dekatan ama si wendy itukan ?” balas revi saat dilihatnya wendy datang ke
lapangan, dan kenapa dibawa bawa nama wendy, sudah makin gak jelas lagi nih si
revi
“ sudah stop cemburu berlebihanmu revi, si wendy
sudah lama jadi manager tim basket dan seketaris osis, gak usa kamu bawa
namanya dipermasalahan ini revi dan ingat revi, wendy itu kakak seniormu
seharusnya kamu sopan sama dia daripada makin kita marahan lebih baik kamu
pulang aja revi” tegasku setelah aku menghela nafasku
“ oh.. karna ada wendy kamu usir aku sayang, sopan
? bagaimana aku bisa sopan sama wanita yang ingin merebut dari ku.” Marah marah
si revi
“stop revi!!!....” ingin ku lanjutkan sudah
dipotong oleh si cardo
“lebih baik kalian putus saja, daripada kalian
barantem trus tanpa henti dan menuduh orang tanpa jelas serta cemburuanmu tanpa
arah” muncul dari belakang revi dan membuat ku terkejut untuk apa dia kesini
dan urusan apa dia disini
“kamu ngapain kesini???” teriakku sama si cardo
ini, belum selesai juga urusanku dengan si revi muncul lagi masalah yang gak
akan kelar
“aku kesini ingin mengklarifikasi hubungan kita dan
kalian berdua yang tak jelas dan kebimbanganmu” ucapnya santai, tunggu
klarifikasi hubungan kita ??? apa maksudnya ?.
“ klarifikasi hubungan kita ? hubungan apa maksudmu
? kita tidak ada hubungan apa – apa, teman aja tidak “ tanya ku makin gak
ngerti
“ baiklah aku langsung ku jelaskan, kau revi si
wendy tidak ada hubungannya sama sekali dengan si reky, dan kamu juga sekarang
gak ada hubungannya dengan si reky mulai detik ini, karna si reky pacaran
denganku, sudah jelas revi ? lebih baik kamu pergi sekarang karna kamu
mengganggu pemandangku sekarang” penjelasan cardo yang sampai detik ini
membuatku terdiam untuk mencerna perkataannya
“maksud akak apa ? putus? Kalian pacaran? Jangan
bercanda kaka, aku tau akak preman sekolah tapi ini sudah kelewatan kak, apakah
kamu gay ?” protes revi sedangkan aku masih mematung untuk mencerna perkataan
revy tadi
“ dasar junior yang tidak sopan, GAY ??? aku
bingung maksudmu, aku bukan GAY tapi aku pastikan jika aku sama rezky ini
pacaran, apakah perlu bukti? Baiklah aku buktikan tapi setelah ini kamu harus
pergi dari hadapanku, paham ? jika tidak kamu akan berurusan sama ku mulai
detik ini” detik itu juga cardo mencium pipi dan sudut bibirku padahal daritadi
aku masih mencoba mencerna perkataannya sekarang apalagi ini ? dia menciumku
“sudah ? lebih baik kamu pergi dari pacarku
sekarang dan jangan pernah ganggu pacarku lagi, paham ? “ ucapnya cukup dalam
dan penuh penekanan dan membuat yang mendengarkannya pasti merending setelah
itu si revi sudah pergi dengan tangis
dan suasana lapangan basket pun hening yang tadi riuhnya.
“hey, hari ini kapten kalian gak latihan karna aku
ingin bawa kapten kalian kencan, apakah kalian keberatan ?” teriaknya dan
dibalas seluruh tim dengan menyetujuinya dan membiarkan aku ditarik olehny.
Setelah cukup sadar aku sudah diparkiran dan aku langsung melepaskan tarikan
tanganya di lenganku
“ apa maksudmu dengan kita pacaran , AHKK???, dan
apa maksudmu dengan Mencium tadi ?” teriakku emosi dengan seenaknya dia atas
diriku
“gak da, aku cuman bilang kita pacaran, ya kita
pacaran sekarang, itu aja kok dan soalnya menciummu tadi itu sebagai bukti
bahwa kita emang pacaran” ucapnya santai
“ kau gilak ahk??? Seenaknya dirimu atas diriku,
kapan kita pacaran ahk ?? apakah kau gay ahk ? kau gak tau aku lelaki juga yang
sama dengan dirimu” teriakku
“ tau kok kamu lelaki, kapan pacaran? Sekarang kita
pacaranya, dan GAY ? aku kira aku gak gay tapi aku ingin aja pacaran samamu,
begitu aja” ucapnya santai
Sudah mulai naik pitam emosi ku.
“ begitu aja? Kau betul gila cardo, kalau kau mau
pacaran kenapa juga gak kamu terima cewek yang selama ini menyatakan
perasaannya sama mu bukan seenaknya bilang orang lain kita pacaran. Aku masih
normal cardo dan ingat! Kita gak pernah dekat sama sekali jadi jangan sok dekat
ama ku dan kita gak pacaran, paham ?” setelah itu coba untuk pergi, namun
sialnya aku ditahannya pergi
“ aku bilang kita pacaran ya pacaran, kamu tau aku
paling benci penolakan, jadi kamu harus ikut ama ku, dan karna ku bilang kita
kencan kita kencan, dan asal kamu tau dari awal aku ingin kamu membuat cewek
disini menjauh dariku, kau paham ? jadi naik ku bilang “ tegasnya sambil
mencengkram lenganku begitu kuat hingga aku meraskan kesakitan di lenganku, aku
pun mengikutinya naik ke motornya.
Ternyata dia membawa aku ke taman hiburan, aku
hanya diam mengikuti kemana dia ingin ikut bermain namun saat kami mau menaiki
rolling coster, aku terdiam memantung seketika si cardo juga berhenti dan
bertanya kepada ku , sedangkan aku hanya menjawab dengan pelan jika aku takut
ketinggian karna kau punya traumtik dan phobia ketinggian, namun bukanya dia
ketawa atau mencandai aku, dia hanya tersenyum hangat dan menarikku ketempat
lain. Aku terheran kepadanya kenapa dia tidak membully ku seperti temanku yang
lain. Setelah dia sudah puas bermain akhirnya kami pun keluar untuk mencari
makan. Kami pun berhenti di kedai lesehan.
Dia pun memesan makanan tanpa menayakan aku dulu
mau makan apa, aku hanya mengerutkan alis ku dan dia pun menjawab
“ kamu kan gak mau makan pedaskan ? makanya ku
pesankan ayam bakar saja dan minumannya air jeruk kan ?, kamu bertanya kau
darimana tau ? saat acara makan malam waktu itu, kamu makan ayam bakar dan
tidak menyentuh sambalnya trus saat dikantin aku sering melihatmu memesan air jeruk
jadi aku tau, ngerti kan sekarang” jelasnya panjang lebar, aku sampai heran
kenapa dia sampai memperhatikan aku
“jelaskan padaku apa maksudnya ini semua cardo, gak
mungkin alasanmu hanya karna kamu ingin dijauhin dari cewek disekolahkan?”
selidikku ke cardo
“cerdas juga ternyata, aku ingin kamu jadi pacarku
karna emang tujuan utama ku karna ingin menjauhi cewek disekolah kita tapi aku
ingin lepas dari perjodohan papa buat sama koleganya, jika aku meminta pacaran
sama cewek disini pasti papa aku kan menyelidikinya jika dia membuat
perusahannya makin besar maka dia akan menyetujuinya dan itu akan membuat ku
untuk menikahinya makin gak bisa bebas memilih pacarku sendiri nantinya,
sedangkan jika aku sama mu mungkin papaku akan menolaknya dan aku akan meyakinkan
jika aku emang gay dan setelah itu perjodohanku batal dan selanjutnya kau bisa
mencari pacar yang betul ingin kunikahi” penjelasan panjang lebarnya yang
akhirnya membuatku mengerti
“kalau gitu carilah pacarmu sesungguhnya, jadi kamu
bisa bawa ke papamu bukan aku yang kamu tumbalkan ke semua orang, bagaimanan
nanti aku menghadapi orangtuaku, karna keluargamu juga kolega papaku, kamu
paham kan” tolakku
“masalahnya pacarku sekarang lagi di Sydney, dan
sambil menunggu dia balik darisana aku ingin mengundur perjodohan ini, karna
papaku ingin sekarang aku membawa pasanganku sebelum 1 bulan ini dia akan balik
dan aku dijodohkan, tambah pacarku yang selalu ku bilang lagi di Sydney yang
terkadang susah untuk ku hubungi, aku tahu kamu gak percaya namanya cinta jadi
itu semakin membuatku yakin membuat kamu jadi pacarku karna kamu gak akan
mungkin suka samaku kan, dan kamu juga normal kan” runduknya, baru inilah aku
melihat sosok cardo yang terkenal kasar sekarang lemah, akhirnya kau pun coba,
tapi dengan syarat yang juga harus menguntungkan diriku
“tapi ada syaratnya , sebelum aku menerima
permintaan perjanjian kita ini, tapi aku gak yakin jika kamu bisa memegangg
perkataanmu “ lirikku
“ kamu bisa pegang, emang apa persyaratannya?”
balasnya cepat
“ syaratnya aku ada 3 permintaan, bisa nyanggupi
permintaanku ?” tantang dia
“ baiklah hanya 3 kaan permintaanmu ?, aku siap,
apa itu ?” tanyanya balik
“oke deal ya ingat kau ada hutang 3 permintaan,
krna saat ini aku belum berfikir apa permintaan ku jadi ku simpan sampai aku
yakin apa yang akan aku minta nantinya”. Senyum renyahku menghadapinya, dia
hanya mengelengkan kepalanya
“ baiklah, fikirkan apa permintaanmu , jadi intinya
perjanjian kita deal , kamu sekarang jadi pacarku oke?” ucapnya sambil
mengulurkan tangannya tanda perjanjian dan aku juga membalasnya
# keesok harinya di sekolah
Suasana sekolah heboh dengan kabar bahwa aku dan
cardo pacaran namun kami tidak pacaran yang lainnya yang datang secara
bersamaan, aku tetap datang sendiri seperti biasanya. Semua orang melihati aku
dan berbisik bisik “ternyata ini alasanya
si cardo nolak semua cewek disekolah ini ternyata dia gay dan menyukai si reky,
tapi kok reky mau ya ama si cardo bukannya reky normal? Apa sekarang dia juga
sudah gay ? apakah ini alasannya reky juga hanya berpacaran 2 minggu dengan
cewek, karna emang si reky sudah lama menyukai cardo? Betul betul diluar
ekspetasi kita ya merek berdua “ begitula bisik mereka sepanjang koridor
sekolah yang kulewati namun karna aku tidak memperdulikan maka aku hanya diam
berlalu aja.
Setiba di kelas, billy, tito dan farel
langsung bertanya .
“Serius ky kamu benaran pacaran ama cardo, bukannya
kamu kemarin pacaran sama revi?” billy
“jadi benar kejadian semalem itu? Kamu pacaran sama
cardo? Dan memutuskan revi ?” tito
“sudahlah dulu, biarkan si reky yang menjelaskan
dulu ama kita bukan kita serbu reky yang membuatnya makin suntuk, jika kamu mau
menceritakanya ceritala ky, namun jika kamu masih belum siap , kami coba untuk
menerima ” farel yang mencoba untuk menenangkan. Dan untungnya hari ini bukan
jadwal piketku jadi aku bisa sedikit menenangkan kepala ku untuk menerima
kejadian ini saat perjanjian itu ku terima dengan sadar.
“gak ada apa loh, dan tentang aku pacaran sama
cardo, itu emang benar adanya, untuk penjelasan lainya bisa tidak , jangan hari
ini kita bahas jika sudah waktunya aku akan menjelaskan kepada kalian, oke ?
gak masalahkan ?” ucapku setelah aku menarik nafas dan menghadap mereka
“baiklah kami gak akan memaksa kamu kok ky, jika
kamu sudah bisa menceritakanya, kami siap kok mendengarnya dan membantu kamu ,
ingat kami akan selalu mendukung apapun keputusanmu,oke ?” ucap farel yang coba
memberi ku dukungan
“ ia ky, jika emang keputusanmu untuk pacaran sama
cardo, kami pasti akan mendukungmu, dan kami tidak akan menjauhimu walaupun
kamu gay sekalipun, ingat ky kita ini teman bukan sehari atau dua hari, kita
sudah temanan dari SMP, jadi jangan coba menanggung sendiri jika tidak sanggup,
mengerti ?” billy yang coab memberi ku semangat
“ ia ky, jika si cardo buat kamu sedih dan coba
bermain main ama mu, dan menyelakaimu kabari kami, kami siap memusnahkan dia
dari muka bumi ini, walaupun dia ketua gang preman sekolah pun aku siap melawannya”
tito memukul dadanya.
“ kalian ini ada ada aja, kayak aku cewek saja jika
ada menyakitiku aku langsung lemah. Tenang aja loh, kalian harus siap jadi
tameng ku jika aku dibonyoki si cardo ya??”
lirikku dan tertawa untuk mencairkan suasana.
Dan kamipun kembali seperti biasanya walaupun
suasana sekolah atau kelas tetap sama sampai jam pulang sekolah berbunyi.
Seperti dilihat saat jam istirahat pertama sih cardo datang untuk ajak makan
siang bareng, aku pun menyetujuinya namun kawanku harus ikut akhirnya dia
menyetujuinya dengan dia yang memesan makananku dan minumanku tanpa aku memesan
yang membuat temanku terheran dan sekarang dia sudah ada di depan setelah guru
keluar dijam pulang, aku sempat heran juga ini anak terniat kali jadi pacarmu
mungkin padahal ini hanya perjanjian, tapi biarla toh aku gak rugi juga namun
aku bilang padanya bahwa aku bawa motor sendiri jadi tak perlu untuk
mengantarku pulang lagian hari ini aku ada jadwal rapat koordinasi dengan
sekolah lain untuk pertandingan yang 2 minggu akan diselengarakan untuk
technical meeting. Dia pun menyetujuinya tapi dia malah berucap yang membuat ku
semakin bingung
“ mulai besok, kamu aku jemput dan ku antar ke
sekolah, ingat gak ada penolakan, karna aku pacarmu, hari ini aku membiarkan
kamu pergi , kalau gitu hati hati jalan ya “ sambil berlalu pergi
“ hey cardo maksudmu apa? Aku gak mau kau jemput,
krna jika menunggumu,bisa bisa aku telat atau bolos kamu buat, aku gak mau
cardo? “ teriakku di depan pintu kelas setelah ku lihat dia pergi dari pintu
“ tidak akan ku buat kau telat , namun jika aku
terniat buat kamu bolos, bisa jadi itu terjadi” teriaknya sambil ketawa di
koridor
“ intinya aku gak mau cardo, sialan” teriaku lagi
dan ini tidak dibalas cardo
Baiklah sudah 1 bulan ini aku dan cardo jalani
hubungan, dan sesuai perkataannya bulan lalu mengatakan untuk mengantar-jemput
dan itu terjadi sampai sekarang dan ini adalah masa hubunganku terpanjang,
karna setiap ada gadis yang menyatakan perasaanya , si cardo pasti datang ntah
darimana dia muncul dan dengan seenak otaknya dia akan mengatakan”beraninya kamu menyatakan perasaanmu sama
pacar orang, kamu gak tau dia masih statusnya masih pacaran, atau kamu mau
berurusan denganku?” siapa yang gak takut apalagi dia wanita yang diancam
dengan smirk dan tatapan tajam.
Dan selama sebulan ini cardo kadang membuatku emosi
yang bahkan memuncak, dia yang sering telat menjemputku, dan jika aku duluan
naik motorku agar tidak telat ban motorku dibocorkan dengan alasan “sudah kubilangkan bahwa aku akan
mengantar-jemputmu, dan ini balasannya jika kamu melanggarnya” dan itu
emang terjadi setiap kali aku bawa motorku, aku cukup jera. Saat pertandingan sekolah pun, dia sempat
marah dikarenakan saat final kami memenangkan pertandingan dan kapten tim
sekolah lain memberi handbeat nya sebagai tanda persahabat, dengan gak tau
dirinya menarik handbeat itu dari tanganku dan membuangnya dengan berkata, “aku akan membelikanmu handbeat itu dan itu
jangan pernah kamu kasih sama orang lain dan kau harus pakai saat pertandingan
dan aku tidak suka barang dari oranglain menempel dibadanmu, paham ?” dan
besoknya aku menerima handbeat darinya. Satu lagi dia sering menarikku makan
dikantin karna dia ingin makan bersama dan mulai dari situ dia datang ke kelas
dan menarikku untuk makan bersama , terkadang sering ku tolak karna aku sudah
makan di rumah itu masih dimakluminya namun aku menolak karna ada cewek yang
memberikan bekalnya untuk ku makan, dia akan marah besar dan mengendarai motor
dengan sangat kencang tanpa perduli kendaraan dan lampu lalu lintas , dari situ
juga aku jera dan akan menolak bekal cewek dan ikut makan bareng cardo di
kantin daripada nanti aku mati akibat dia yang ugalan bawa motornya.
Dan sekarang dia mengajak aku untuk kerumahnya
karna hari ini orangtuanya kembali dari singapura, dan sekarang aku berada
dirumahnya yang cukup sangat besar jika yang tinggal hanya 3 orang. Setiba aku
didalam, aku disambut hangat oleh mamanya cardo
“ hey, ini bukannya anaknya pak azrial ya ? kalau
tak reky kah ?”
“ benar tante, saya reky anak pak azrial” ucapku
sopan dan asli aku gugup benaran hadapi orangtua cardo ini
“ masuk nak, kok tumben kamu do bawa temanmu
kemarin ,dan jam segini sudah pulang ? sungguh anakku kah ini?” mamanya
bertanya tanya, berarti ini anak emang bandel luar dalam
“ iih mama, cepat salah, lama diomelan serbah
salah, dan ni aku ajak reky makan bareng dirumah, boleh kan ?” rajuk cardo
“ ya boleh la makan bareng, lah bukan loh, kalau
cepat pulang ginikan enak, mama bisa lihat mukamu masih normal tanpa ada darah,
memar ataupun luka, yauda yuk makan, kayaknya bu eri sudah siapak makanan di
meja “ ejek mamanya cardo
“ oh ya nak reky makan bareng, karna kami baru
nyampai jadi kami lom makan kebetulan kalian da pulang sekalian kita makan
sama” ajak mama cardo, dan semakin kesini, aku semakin gugup dan kaku,
bagaimana reaksinya orangtuanya cardo jika si cardo mengatakan kami berpacaran,
walaupun ini pura pura, sungguh ini menguji mentalku.
Setelah kami selesai makan bersama, ayahnya cardo
angkat bicara
“ do, mana pacarmu? Bukannya kamu niatnya mau
mempertemukannya dengan papa, jika emang tidak ada, papa tetap menjodohkan kamu
dengan Irene anaknya teman papa”
“ iii papa, bukannya bisa nanti malam kita bahas
itu, ini ada kawannya cardo pun , gak malu apa didengar nak reky, lagian
kitakan pulangnya gak terencana, mungkin besok dibawanya kemari, yang sabar la
papa,” tegur mama cardo sama papa cardo, dan aku pun semakin bingung dan pucat
“ enggak papa kok tan, om” ucapku sangat pelan
“ jangan takut gitu ky, baiklah seperti yang papa
bilangkan, yang ku bawa ini adalah pacarnya ricardo pa, dan cardo tidak ingin
papa jodohkan aku dengan Irene, karna cardo menyukai reky. Cardo menyukai rezky
sejak pertama kali cardo masuk sekolah, jadi kumohon papa hentikan perjodohan
ini dan biarkan aku sama reky menjalin
hubungan ini, dan inilah kenapa cardo tidak pernah membawa pacar cardo di
hadapan papa dan mama,” tegasnya cardo menyakinkan seakan akan emang benar kami
pacaran dan dia menyukai sejak lama, sampai sampai aku tertegun mendengar dan melihat raut wajahnya, betul
meyakinkan
“ sejak kapan kalian menjalin hubungan ini ?” tegas
papanya cardo meninggi
“ sudah 1 tahun kami menjalani hubungan ini dan
sudah 1 tahun juga aku mendekatinya , dan aku gak mau perjuanganku untuk
mendapatkannya terhenti papa, biarkan aku mencintainya dan menjalani hidupku
bersamanya, jadi kumohon hentikan perjodohan ini” tegas cardo
“ nakku, kamu yakin menyukai nak reky ? itu
mungkin hanya ilusi nyamanmu aja” rayu
mama
“ nak reky, om bertanya ama mu, kamu yakin menyukai
ricardo? “ tegas papanya ricardo menatapku penuh penekanan dan tajam membuatku
sungguh tidak berani menjawabnya
“ PA!!, kami saling mencintai dan kenapa papa
mempertanyakannya” marah cardo
“ papa bertanya dengan reky bukan dengan dirimu
ricardo” tegas papanya dingin, aku benar benar berasa di suatu keadaan yang
membuat tidak bisa apapa, akhirnya ku pun mencoba untuk menjawabnya dengan
penuh keyakinan
“ ia om, aku menyukainya bahwa aku terkejut jika
orangtua pacarku datang sebagai kolega papaku, sehingga aku pun bingung
bersikap seperti apa dihadapan orang tante dan om, namun aku pastikan bahwa aku
dan ricardo saling mencintai, dan kenapa aku dibawa kesini dikarenakan aku juga
tidak ingin pacarku dijodohkan dengan orang lain, karena aku ingin
memperjuangkan pacar “ setelah aku selesai menjawabnya aku seperti ingin
terbang rasanya kenapa aku bisa menjawab dengan penuh keyakinan sekali.
“ baiklah, om menyetujuinya jika kalian pacaran dan
saling menyukainya, om tidak akan melarang kalian tapi ingat reky, om tidak
suka jika anak om tersakiti, karna seperti yang dibilang cardo bahwa dia
mencoba mendekatimu selama 1 tahun dan dia berani membawa pacarnya dihadapan
om, berarti ini memang serius dan dia yakin akan pasangannya dengan tatapan
seperti tadi” ucap papa cardo yang membuat ku terdiam, dan tunggu ?!! aku yang
diperingatinya agar tidak menyakiti anaknya, asal om tau itu sebaliknya dialah
yang menyakiti aku, dan benarkah ini papa nyetujuinya ??? dan gak menolak karna
anaknya Gay ?? aku pun mengerutkan alisku dan keningku, seakan memberi sinyal
kepada mamanya cardo untuk memberi penjelasan
“ pasti kamu gugup dan bingung kan nak reky ???,
tante dan om tidak pernah melarang anak tante untuk menjalin hubungan dengan
siapa aja, termasuk itu laki – laki, karna anak tante hanya dia seorang, jadi
apapun keputusannya sudah pasti kami akan mendukungnya” terangnya mama cardo, dan bahkan aku sampai
tidak bisa menjelaskan ataupun mencernanya, benarkan ini keluarga aneh
“ baiklah , nak reky sudah memberitahukan orangtua
nak reky tentang hubungan kalian?” tanya papanya ricardo
“ belum pa, karna reky tidak ingin keluarga malu
dan menentang hubungan kami, jadi kami masih merahasikan ini dari mereka” balas
cardo saat tau aku tidak bisa menjawabnya
“ kenapa belum, aishh.. kalian takut di tolak ?
biar ini jadi urusan papa dan mama karna siapapun yang menghalangi hubungan
anak papa, tidak akan papa biarkan” ucap papanya tegas
“ dan kamu nak reky mulai sekarang jangan panggil
tante atau om lagi, mulai sekarang panggil mama dan papa seperti cardo karna
kamu kan sekarang pacarnya anak mama, oke?” ucap mamanya cardo senang
“ baiklah tan, eehh,,, ma. Cuman jangan bilang
kepada orangtuaku ma, karna aku belum sanggup memberitahu dan berhadapan dengan
orangtua ku nantinya “ ucapku cukup terburu buru krna bagaimana pun ini
hubungan yang gak normal
“ jadi maksudnya nak reky gak ingin hubungan kalian
diketahui sedangkan kamu ingin perjodohan ricardo dibatalkan, kamu seriuskah
dengan cardo ?” tajam papanya ricardo, dan aku mencoba mengalihkan tatapan ku
ke ricardo untuk meminta pertolongannya, namun dia hanya diam tersenyum melihat
aku sepertinya tidak bisa melawan, akhirnya aku pun aku hanya menyetujui
keputusan orangtuanya cardo untuk memberitahukan hubungan kepalsuan kami ini.
Dan setelah mereka memberitahukan hubungan kami
pada orangtuaku, mereka pun berkata
“ mereka tidak akan mencelakaimu atau menyakitimu,
karna kamu sekarang sudah kami anggap sebagai menantu kami dan keluarga kami,
jadi jika ada yang menyakiti keluarga kami maka dia kan berhadapan dengan kami
termasuk besan kami, jadi tenang saja “ ucap papa ricardo menatapku dengan
penuh ketegasan dan aku hanya membalasnya dengan anggukan.
Setelah itu waktu terasa berjalan begitu lama,
melihat jam sudah jam 9 aku pamit pulang karna sepertinya aku diadili disini
walaupun sikap mereka sekarang begitu ramah namun aku masih canggung karna
status sekarang, dan mereka menyuruh
cardo yang mengantarkan aku ke rumah.
Sesampai aku di rumah, aku sudah dihadapan orangtua
di ruang tamu .
“ jadi kamu berpacaran dengan anak kolega papa yang
disingapura itu ? kenapa ky ? apa gak
bisa kamu normal ?” ucap papa to the point
“ pa aku bisa jelaskan” ucapku pelan
“ jelaskan apa ? kamu sebenarnya gay ? ia ? kamu
bisa kembali normal ky, dan papa tidak akan memarahi mu jika kamu putus
dengannya dan kita jatuh miskin dan kembali lagi dari nol, papa tidak akan
marah kok?” ucap papa penuh kecewa
“ pa, aku bisa jelaskan ini semua, dengarkan dulu
reky pa!!” ucapku untuk mencoba mebujuk papa untuk mendengarkan penjelasanku
dulu
“ sudahla ky, papa kecewa dengan mu, kamu adalah
anak lelaki papa satu satunya, papa akan coba untuk menerima jika kamu gay tapi
yang pasti papa akan lebih ikhlas kita miskin asalkan kamu normal” ucap papa sambil
masuk ke kamar dengan muka yang penuh kecewa dan aku coba untuk menatap mama
agar mama juga mau mendengar penjelasanku dulu
“ benar kata papamu ky, lebih baik kita miskin
asalkan kamu normal, dan mama akan coba untuk menerima kamu dulu sebagai gay” ucap
mama tertunduk sambil pergi ke kamar menyusul papa.
Aku hanya terdiam dan menangis setelah melihat
wajah kekecewaan orangtuaku terhadap diriku
Sudah 2 minggu aku tidak disapa orangtuaku seceria
biasanya jika aku menyapanya dipagi hari, bahkan saat sarapan dan makan malam,
orangtua bahkan tidak membuatkan ikan untukku atau menegurku , mereka akan
mencoba untuk lebih cepat makan dan pergi dari hadapanku. Dan inilah yang
kutakutkan terjadi. Dan sudah 2 minggu ini aku juga tidak pergi atau pulang
dengan cardo, aku menaiki motorku yang lainnya agar dia tidak mengetahui
kendaraanku. Begitu juga saat jam istirahat atau jam pulang, aku akan pergi
duluan agar tidak melihatnya, bahkan jika ada jadwal latihan basket aku pun
coba untuk tidak hadir dikarenakan aku juga sudah kelas III dan sebentar lagi
akan lulus , jika untuk melatih junior, ke-3 temanku cukup untuk melatihnya,
dan jika ada rapat koordinasi osis, wakil dan sekretarisku juga siap untuk
menggantikan ku, karna saat ini aku betul frustasi dengan keadaan ku sekarang.
Hari ini pun hujan cukup deras setelah aku tadi
dari atap sekolah saat jam pulang sekolah yang memungkinkan cardo dan
kelompotannya sudah pulang, aku pun turun sambil menunggu hujan redah, namun
saat aku turun dari lantai 2, tanganku ditarik kuat oleh seseorang yang baru
sadar aku jika itu ricardo orang yang selama ini ku hindari.
Ternyata aku dibawa ke arah gudang lama sekolah
yang kemungkinan tidak akan ada orang lewat.
“ KAU DARIMANA SELAMA INI AHK?!!!” teriaknya
setelah itu aku terkejut mendengarnya
“ hey.. lepaskan dulu tanganku, ini sakit, dan ada
apa dengan dirimu? Kenapa kamu teriak teriak dihadapanku ?” ucapku setelahnya
meminta melepaskan tarikannya dilenganku karna itu begitu sakit di cengkramnya
“ ENGGAK, JELASKAN PADAKU KAMU KENAPA
MENGHINDARIKU?” teriaknya kembali, dia gak takut apa tali suaranya putus
“ aku tidak menghindarimu kok, kenapa kamu
berfikiran seperti itu ? dan kenapa juga kamu marah jika aku menghindarimu ?
kita ini gak ada hubungan apapun do” ucapku pelan dan tetap tenang, karna aku
gak ingin ikutan emosi sepertinya
“ enggak ada kamu bilang ???? KAU ITU PACARKU,
INGAT PACARKU, jadi aku berhak tau kenapa kau menghindariku” emosi cardo
“do, aku ingatkan kembali kita pacaran itu untuk
menghentikan perjodohanmu dengan anak kolega papamu, dan untuk menunggu pacarmu
yang dari Sydney kembali, sudah ingat ? jadi kamu gak seharusnya marah besar
seperti ini, karna perjanjian kita sudah terwujud maka dari itu kita tidak lagi
pacaran ricardo” ucapku untuk coba kembali tenang karna aku masih kepikiran
orangtuaku yang menolak diriku, maka dari itu akan coba untuk menyakinkan
kembali orangtuaku aku normal dan putus dari ricardo ini, dan aku pun kembali
berbalik ingin pulang namun ditahan kembali olehnya
“apakah 2 bulan kita pacaran ini tidak menimbulkan
sesuatu ky ?” ucapnya lirih
“ apa maksudmu do? Jangan kamu menambah masalah
dihidupku do, menimbulkan apa ? menimbulkan bencana maksudmu?” ucapku yang
sudah mulai jengah dengan sikap si cardo ini
“ bencana apa? Aku gak ngerti” ucap cardo kekeh
dengan tangan yang masih menahan lenganku
“ kamu emang gak akan mengerti do, asal kamu tahu,
karna hubungan ini, hubunganku dengan orangtua ku berantakan, benar kata
orangtua mu, orangtuaku tidak akan memarahi ku, memukulku atau pun menamparku,
namun yang lebih menyakitkan jika orangtuamu mengabaikan mu seakan kamu tidak
ada disekitar mereka,dan mereka lebih baik jatuh miskin daripada melihat
anaknya gay, gak normal , kau tau rasa apa??? Aku gak sanggup do, maka dari itu
pergilah jauh dariku, oh ya,,,, aku ingat ada 3 permintaanku, baiklah aku ingin
permintaan pertamaku yaitu pergilah jauh dariku, dan tunggu la pacarmu yang
sesungguhnya dan bawala itu menghadap orangtuamu dan katakan kita putus dan aku
akan meyakinkan orangtuaku bahwa aku kembali normal” setelah aku mengungkapkan
perasaanku , cengkramannya pun melemah dan itu kesempatanku untuk pergi dan dia
tidak menahanku kembali.
Sudah seminggu ini setelah pertengkaran kami di
gedung sekolah, berita kami putus pun terdengar keseluruh sekolah. Dan juga
saat berpapasan dengannya di koridor sekolah kami tidak saling menyapa, tidak
seperti sebelumnya dia menggodaiku , kami seperti tidak saling kenal, bahkan
saat pertemuan osis dengan seluruh perwakilan kelas dan kegiatan
ekstrakulikuler, yang biasanya dia hadir mewakili tim sepak bola, kini dia sama
sekali tidak ada, dia menepati janji untuk pergi jauh dariku. Dan aku pun mulai
coba untuk terbiasa kembali tanpa kehadirannya .
Setelah kami selesai rapat osis masih tetap berada
di ruangan osis untuk memilah milah yang mana kegiatan yang akan kami setujui
dan setelah itu aku pulang ke rumah, dan ternyata ini sudah jam 8 malam, aku
pun bergegas untuk merapikan dan menutup ruangan osis untuk kembali aku pulang.
Setiba aku dirumah, aku melihat seonggok badan di
depan pagar rumahku, itu orang gila kah ? atau mayat ? atau apa? Kenapa pas
kali di depan pagar, kayak ginikan aku susah pulang, ditambah ini sudah jam 9
lagi. Aduh kok sial kali sih aku.
Aku pun mencoba mendekatinya dan melihatnya dan
ternyata itu adalah ricardo, dengan kondisi yang mengenaskan, wajah yang benuh
dengan lembam dan memar, badan yang penuh dengan luka, ini seperti dejavu saat
pertama kali aku berurusan dengan dia. Dan kenapa lagi ini sekarang, kenapa dia
ada disini dengan penuh luka dan berbau
alcohol. Aku pun mencoba untuk membangunkannya
“ do? Do? Woy cardo? Hey bangun ricardo?” teriakku
berulang ulang kali untuk mencoba membangunkannya, sampai kesekian kalinya aku
mencoba membangunkannya, akhirnya diapun bersuara
“kenapa gak membawa aku ke RS?, kenapa gak menolong ku seperti dulu? Dan
kenapa kau memaksa aku untu pergi jauh ? kenapa ? kenapa?” ucapnya dengan
ngelantur dan mata yang sipit menatap diriku
“ kau kayaknya mabuk deh do, lebih baik ku pesankan
taxi agar kau bisa balik ke rumahmu ya” ucapku sambil merogo tasku untuk
mengambil hp memesan taxi, namun dicegat sama cardo
“ aku gak mau pesan taxi, aku gak mabuk aku
sepenuhnya sadar, buktinya aku tau bahwa kau adalah reky pacarku dan ini adalah rumah pacarku, yang kubutuhkan dirimu
ky, bukan yang lain” ucapnya sambil menatap mataku , aku hampir aja termakan
dan terhanyut akan tatapan matanya namun aku mencoba untuk sadar kembali dan
mengingatkannya
‘ do kamu mabuk, kita da gak pacaran lagi kita
sudah putus, gak usa banyak bicara deh do, ku pesankan dulu taxinya biar kamu
bisa cepat pulang dan dirawat” ucapku kembali dan mencoba untuk memesankan taxi
“ SUDAH AKU BILANGKAN AKU GAK MABUK, DAN KITA MASIH
PACARAN DAN AKU TIDAK ADA MENGATAKAN KITA PUTUS, KAMU SENDIRIKAN YANG BERAMSUSI
KITA PUTUS “ bentaknya dan setelah itu dia mengatakan maaf telah membentakku
“ do, kamu bikin malu ,aduh kita sudah putus do, dan kamu juga sudah
janji akan pergi jauh dariku, dan menunggu pacarmu yang sesungguhnya kembali
dan membawa itu menghadap orangtuamu dan katakan kita putus, apakah kamu lupa
?” aku coba untuk mengingatkan kembali
“ aku gak lupa, dan sekarang aku lagi menunggu
pacarku yang sesungguh di depan rumahnya untuk membawanya kembali kehadapan
orangtuaku dan mengatakan bahwa aku ingin segera menikahinya karna aku gak
sanggup untuk pergi jauh darinya” ucapnya sambil mengeluarkan air mata yang
menatap diriku, tangannya sebelah mengenggam kedua tanganku dan satunya
membelai pipiku
“ do, kamu jangan coba untuk mempermainkan ku, apa
maksudmu ahk??? Pacarmu ? pacarmukan lagi di Sydney, sudahlah do, bangkit dan
pulangla, dan jangan banyak bicara aku akan menelepon taksi” ucapku sedikit
sakit saat ini
“ AKU HARUS SEPERTI APA KY AGAR KAMU PERCAYA,!!!
Aku akan menghadap ke orangtuamu dan menyakinkan bahwa sebenarnya akula yang
membuatmu jadi pacarku dan aku tidak ingin kamu jauh dariku , soal pacarku di
Sydney itu adalah alibi agar kau mau jadi pacarku biar bisa aku membawamu
dihadapan orangtua untuk menghentikan perjodohan itu karna yang kucintai hanya
dirimu, sejak pertama kali hari pertama masuk SMA dan aku melihatmu dengan
senyum yang hangat menyapa ku memberitahukan bahwa kita satu sekolah, namun
ternyata kamu sudah punya pacar dan itu membuatku kesal ditambah kamu selalu
pergonta ganti pacaran yang membuatku makin marah, saat aku sering melihatmu
berciuman dengan pacarmu, aku semakin marah dan emosian. Namun Tuhan baik karna
saat ku lihat kamu berpelukan dan mencium keningnya, selama 3 hari aku mencoba
untuk menenangi diriku, tapi saat itulah aku bisa dekat karna saat itu aku
kecelakan karna tidak focus dijalan tapi kamu menolongku dari situlah aku mulai
berani untuk makin dekat dan dekat padamu,sampai saat ini. Aku benar benar
mencintaimu rezky azrial” setelah dia mengatakannya, dia menciumku, bukan
disudut bibir melainkan tepat di bibirku, aku hanya terdiam namun kelaman
ciumannya semakin dalam membuatku terbuai dan aku pun mulai menutup mataku
merasakan ciuman, ini ciuman pertamaku dengan lelaki namun aku menikmatinya,
ini salah, ini gak benar tapi aku kok tidak bisa lepas dan membiarkannya
bahwakan aku ingin dia mencium ku lebih dalam lagi. Namun aku segera sadar dan
aku coba untuk mendorongnya dan aku pun mulai berdiri membuka gerbang untuk masuk
dan membawa motor ku dalam.
“ ky, apakah kamu sudah mempercayaiku jika aku
mencintaimu? Aku akan melakukan apapun tapi jangan suruh aku untuk pergi jauh
darimu, kumohon ky” ucapnya memelas sambil menahan tanganku, aku pun mencoba
untuk melepaskannya
“ aku sudah pesankan taxi untukmu pulang , dan
mungkin kamu lagi mabuk do, aku ingatkan kita sudah putus dan aku gak ingin
orangtuaku kembali kecewa padaku, kau harus paham itu” setelah lepas aku pun
menutup kembali gerbangku dan membalikkan badan dan tanpa sadar aku sudah
menangis
“ aku gak mabuk dan aku sadar sepenuhnya, aku
Ricardo Syazil menyukai dirimu rezky azrial dan aku akan membuat orangtuamu
mempercayaiku dan kita akan menikah, aku akan pastikan itu, dan tunggu aku
rezky, aku tidak akan membiarkanmu berpacaran dengan siapapun atau menikah
dengan siapapun karna kau masih status pacarku dan menantu di keluarga Syazil,
kau harus ingat itu” teriak cardo sangat kuat dan membuatku malu dan gak
sanggup mendengarnya dan semoga orangtuaku tidak mendengarnya namun ternyata
salah, orangtua ku sudah di ruang tamu dan menatapku
“ papa, mama, aku sudah putus dengan cardo ma,
percayalah ma, pa” ucapku kuat untuk menyakinkan kedua orangtuaku.
“ papa dan mama akan mempercayainya , soalnya papa
dan mama akan memutuskan kontrak saham kita dengan pihak syazil , dan kita kan
pindah ke jepang tempat nenekmu berada, soal sekolahmu mama sudah melaporkannya
pihak sekolah dan sekolahan dijepang, dan sebentar lagi ujian semestaranmu tiba
sekitar seminggu lagi , setelah itu kita akan pindah dan mulai hidup baru
disana, oke ? istirahatlah nakku, kami percaya dan menyayangimu,” peluk papa
dan mama, dan entah kenapa senang namun berat saat tahu aku akan pindah
Seminggu pun berlalu, ujian semesteranpun tiba
namun itu tidak menghentikan tindakan cardo terhadapku, seperti kemarin dia
datang ke mejaku di kantin dan makan bareng, dan akan marah marah pada cewek
yang menyatakan perasaanya, dan marah pada yang memenggang kepala seperti farel
yang ditepis tangannya saat farel menyentuh kepalaku untuk mengacak rambutku
seperti biasanya, diakan menungguku pulang latiahan ataupun rapat osis walupun
sekarang ketua osis bukan diriku namun
sampai semester I ini saja aku memimpin rapat setelahnya ketua yang
baru, dan saat pergi ke sekolah atau pulang sekolah dia ada dibelakangku untuk
beriringan pergi sama , sungguh membuatku jengah namun tersenyum dengan
tindakannya karna makin seperti itu sikapnya aku semakin gak sanggup untuk
pergi.
Semua hariku ku lalui dengan label ricardo, semua
aktivitasku juga dilabel ricardo krna kemana pun aku, dia akan muncul. dan ini
membuatku berat rasanya, seperti hari ini secepat apapun aku mengerjakan soal
ujianku untuk tidak terlihatnya dengan tak berapa lama, diapun muncul, seakan
dirinya membuat gps ditubuhku
“ kamu kok cepat x selesai, kamu jawabnya asalan
kah ? jika nilaimu jelek semester ini
dan gak bisa naik dari peingkatmu sebelumnya aku gak ingin melihatmu
lagi selamanya” ucapku sakratis dan mempout bibirku
“ kok gak bilang dari awal jika seperti itu? Jika
begitu nilaiku?? Iihh kamu curang kayak gini caranya gak adil, kamu juga ky kok
cepat x , kamu gak takut nilaimu turun?” rengeknya karna ucapanku tadi
“kok jadi nyalahkan aku, salahkan dirimula kenapa
asal jawabnya, kalau aku yakin nilaiku tidak akan turun, dan kamu itu ucapanku
benar adanya, jika nilai mu turun , jelek dan peringkatmu gak naik dari
sebelumnya aku gak ingin lihat wajahmu selamanya” ucapku tegas dan mengalihkan
pandangan dari tatapannya
“ jika pun kamu menghilang, aku pasti akan menemukannya,
pasti!! Karna hatiku tau dimana dirimu berada dan hatiku tidak salah, maka dari
itu kita akan selalu selamanya dan tak terpisahkan” ucapnya begitu yakin
“ semoga” ucapku pelan namun ternyata didengarnya
dan aku terkejut dengan pendengarannya
“ apa kau bilang ? semoga ? kenapa sepertinya kau
akan pergi jauh dariku, emangnya kau mau kemana? Jujur padaku? Kok kau jadi
terkejut begitu ?” ucap cardo beruntun
“ gak ada, aku hanya mau bilang, semoga aja nilaimu
jelek, jadi aku bisa gak melihat wajahmu” sambil mencibirnya dengan senyuman.
“ ya, doamu ky, orang pada ingin melihat wajah
tampanku dan asal kamu tahu, kau adalah pacar pertamaku dan cinta pertamaku,
jadi seharusnya kamu beruntung punya pacar sepertiku” ucap cardo membanggakan
diriny, dan aku hanya tertawa mendengarkan nya dan tersenyum , dalam hatiku
semoga ini akan terus terjadi dan jangan cepat berlalu
2 minggu ujian berlangsung, dan minggu depan adalah
minggu tenang dimana siswa bisa mengulangi ujiannya untuk perbaikan nilai atau
pun libur sampai pembagian hasil keluar namun biasanya aku dan ketiga temanku
tidak pernah mengikutinya karna kami yakin jika nilai kami tidak pernah jelek,
dan biasanya kami akan merencakan jalan jalan bersama untuk merefreshkan diri.
“ hey inikan hari terakhir ujian, minggu depan itu
minggu tenang, bagaimana kita jalan ke pantai yuk sudah lama tidak kesana”
cetus tito mengeluarkan ide
“ enak juga tuh, kitakan da lama tidak ke pantai,
yuk kesitu, biarku siapkan peralatan mancing dan peralatan nyelam” billy pun
ikut semangat
“ oke, minggu depan kita ke pantai, dan aku ikut”
sih cardo tiba tiba muncul dengan seenaknya merangkul bahu dan ingin ikut
bersama kami
“ ngapain kamu ikutan, macem gak ada kerjaan apa,
jika kamu mau pergi pergi aja sama komplotanmu, ngapain sama kami” sewotnya
tito atas keikutsertaanya cardo
“ aku hanya ingin bersama istriku dan menjaga
istriku dari mata dan pelaku tak bermoral yang nanti mendekatinya, karna aku
gak suka miliku , istriku disentuh orang lain” lirik cardo sambil mencium
pipiku, inginnya aku teriak namun sudah di teriakin si tito
“ kamu bisa gak jangan seperti itu didepan umum
bikin kesal tau gak, dan maksudmu reky istrimu apa, ingat reky itu belum nikah
samamu, jadi dia bebas mau sama siapa ,ingat itu cardo”
“ asal kamu tau cardo, kami akan mengawasi mu jika
kau menyakiti reky karna kami la tamengnya jadi kami yang akan duluan mencakar
dan memusnahkan dirimu, kau paham ?” billy ikutan
“ reky akan sebentar lagi jadi istriku, maka dari
itu aku akan menjaganya , memperhatikannya dan mengawasinya jika ada yang
mendekatinya, karna itu saat aku menciumnya didepan umum, biar semua tau bahwa
rezky azrial itu milik dan istri dari ricardo syazil, jadi kalian paham kenapa
aku harus ikut dan aku benci penolakan dan aku gak butuh penolakan dari kalian
.” ucap cardo sambil mencium ku dan makin erat merangkul bahu, aku malu luar
biasa dan ntah kenapa perasaan ini bergetar dan berdegup kencang sekali.
“ sudahla ayok pulang, berarti lusa kita jumpa di rumah billy untuk
pergi ke pantai” farel mempotong pembicaraan ini, untung ada farel jika tidak
mungkin mukaku sudah merah menahan malu, dan aku langsung pergi ke parkiran
namun tangan digengam saat cardo saat dia berhasil menyusulku ke parkiran
Sampai aku dirumah, aku dihadapakan dengan
orangtuaku yang sudah prepare untuk kepergian kami, mengingat itu aku merasakan
sedih dan sakit yang menyakitkan dihatiku.
“ pa, ma bukanya kita akan pergi 2 minggu lagi
setelah keluar hasil ujianku” ucapku untuk memberi perhatian mereka untukku
“ oh ia , kami cuman mempersiapkannya lagiankan
kamu gak pernah dapat nilai jelek jadi kemungkinan kita akan mempercepat
kepergian kiat” ucap mama sambil memasukan barang ke dalam kardus untuk dikirim
“ tapi mama, bole gak reky ijin seminggu rezky
jalan jalan bareng billy, tito dan farel ke pantai sebagai salam terakhir dan kenangan terakhir
reky bersama mereka?” ucapku pelan takut mama dan papa tidak membolehkannya
“oohh jika bareng mereka, papa ijinkan kalau gitu
tiketmu kami undur untuk keberangkatannya, kalau hasil ujianmu akan dikirim
pihak sekolah melalui pos, jadi kamu tidak perlu untuk datang ke sekolah untuk
ambil hasil ujiannya, dan kapan kamu balik jika malam, ayah akan membuat
jadwalnya jadi subuh” ucap papa melihatku
“ kemungkinan kami akan pulang malam harinya
berarti ayah akan membuat jadwal subuh untuk keberangkatanku , begitu pa”
“ ia, kenapa ky ada masalah ? jika kamu kelelahan
kan kamu bisa tidur di pesawat, jadi tidak ada masalahkan ?” tanya papa
“ tidak pa, baiklah reky naik keatas dulu
mempersiapkan barang reky sekalian prepare yang mau dimasukkan ke kardus “
pamitku sambil jalan ke kamar, orangtuaku hanya mengangguk dan tersenyum
melihatku
Hari untuk pergi ke pantai pun tiba, aku pamit sama
orangtuaku mau kepantai bareng ke-3 temanku, aku tidak bohongkan cuman aku
hanya tidak menyebutkan ada orang lain selain mereka, karna ketakutanku mereka
tidak mengijinkanku pergi.
Sepanjang perjalanan ke pantai, muka cardo cemberut
karna cemburu dikarenkan aku didepan bareng farel yang mengemudi. Di tengah
sepasang billy dan tito dan paling
belakang ada cardo, dan wajahnya begitu lucu kulihat dan farel juga
mengetahuinya ikutan tertawa. Kami pun bernyanyi ria dan ketawa kecuali si
cardo dan kami tidak memperdulikannya, karna sepasang billy dan tito ini ingin
ke kamar mandi, kami pun singgah ke SPBU
sekalian mengisi BBM mobil ,namun setelah berhenti cardo langsung turun dan
menyuruh farel turun dan dia yang berada dibelakang dengan muka murung dan tajamnya,
namun farel hanya diam dan mengatakan
“ aku malas turun jika kamu yang mau turun silakan,
kami akan melanjut perjalanan kami, tanpa dirimu pun kami bisa kok”
“ KAU !! sengaja didepan biar dekat dengan reky
disampingmu dan alasanmu aja kau bilang jangan jadi supir kalian” geram cardo
“ asal kamu tahu ricardo Syazil, jika kami pun mau
jalan jalan, posisi duduk kami seperti ini, aku didepan bareng reky dan di
belakang sepasang itu, jadi itu bukan alas an, jika kalian pada dibelakang
itukan membuat aku seperti supir kalian, jika kamu tidak suka kamu aja yang
turun, oke?” ucap farel santai, semarah marahnya orang dan farel, farel akan
coba setenang mungkin untuk menjawab dan menanggapinya dam itu membuat makin
takut, karna jika farel marah maka aku akan angkat tangan karna farel sangat
menankutkan jika marah
“ yauda, begini saja cardo dan farel di depan berhubung kalian
bisa bawa mobil sekalian aja nti bisa berganti , jadi aku gak capek jadi supir
cadangan maka dari itu kalian saja yang
didepan aku duduk dibangku paling belakang, oke??” aku pun turun, dan mendorong
cardo duduk disamping farel. Sesampai sepasang itu kembali, mereka terkejut
dibelakang mereka aku, dan di depan si cardo dan suasana mobil pun sangat
mencengkam dan canggung karena farel sudah emosi dengan tingkah cardo dan cardo
cemburu dengan kedekatanku dengan farel hingga kami tiba di pantai mereka tetap
tidak saling cakapan, tatapan dan lempar sindiran.
Kami pun langsung memasuki homestay yang ada
dipantai dan itu hanya berisi 1 kamar seperti biasa dan kami langsung angkat
barang kami dan kami bergegas berganti pakaian untuk berenang di pantai.
Selama kami disini aku sungguh menikmatinya dari
surfing ,dayfing, flyfox, masuk ke hutan mangrove, kami berburu, masuki goa di daerah sekitar
ini dan memancing serta menanggang ikan dan lainnya, sungguh menyenangkan, gak
terasa besok kami akan balik dan sepertinya mereka sudah pada tidur kelelahan,
aku coba keluar dan melihat bintang untuk terakhir disini sudah cukup lama aku
mungkin termenung dan melamun hingga tidak sadar ada seseorang yang bersandar
di bahu ku dan ternyata itu cardo
“ hey kenapa bangun? Bukannya kamu capek ? tidur
sana di dalam, jangan disini , kau berat tau” ucapku asal
“ gak mau, aku maunya tidur disampingmu dan selalu
berada disisimu, aku lebih capek menghadapi tingkahnya farelmu itu, dia selalu
aja usil dan ingin menjauhkan dirimu dariku, setiap usahaku berada disisimu
,dia dengan sesuka menjauhkan mu, dan ingin merebutmu dariku seperti posisi
tidur seharusnya dirimu disudut dan sampingmu adalah ak tapi lihatlah aku harus
berbagi dengannya karna posisi tidurmu harus ditengah, itu bikin kesal dan
badmood selama disini, cuman saat ini dia tidur dan aku bisa ada disampingmu
sekarang” rajuk cardo sambil mengesekan kepalanya dibahuku
“hahah…. Baru segitu aja capek masih hadapi farel ,
bagaimana hadapi orangtuaku, sudah pasti nyerah” ucapku sambil tertawa
“ kalau yang ku hadapi orangtuamu, aku tidak akan
cakep karna aka nada hasilnya yaitu restu sedangkan farel? Apa yang kudapat?
Kekesalan yang dapat” masih tetap mode rajuknya
“ itu masih kecil do, itu belum sepenuhnya tingkah
farel keluarkan untuk mengusirmu, asal kamu tau dulu waktu SMP ada akak kelas
yang naksir berat samaku dan aku sudah berapa kali menolaknya hingga farel
mengusirnya mengatakan dia seperti wanita yang tidak tahu harga diri karena
kakak senior sampai ingin menggodaku dan mengajakku tidur, dan farel la yang
menyelamatkanku dan memfotokan akak
senior itu dan mengancam jika dia masih bertindak tidak wajar, rekaman
dirinya akan kami sebar luaskan, dan sampe sekarang rekam itu disimpan, dan
masih banyak lagi pertolongan farel samaku saat kami bersama , yang kami tawuran dengan SMP
sebelah bahkan SMA juga, hingga sampai
saat ini aku menganggap farel adalah kakak lelaki ” ucapku mengingat kenangan
sama farel
“ berarti farel adalah kakak lelaki mu, baiklah aku
tidak jadi memusuhinya dan aku akan mengganggap dia sebagai kakakmu karna dia
sudah banyak menolong istriku ini dan menjaganya namun mulai sekarang yang
bertugas menjagamu, memperhatikanmu , menyayanimu dan mengawasimu adalah aku ,
ingat hanya aku, jadi kamu harus bertopang sama aku ky,” ucapnya dengan
menegakan badannya dan menghadap diriku
“ aow,,, berarti aku boleh dapat kasih sayang dari
keluargaku ? temanku? Dan juga keluargamu ? jadi nti saat aku berpergian dan
tidak ada dirimu jadi aku tak boleh
meminta pertolongan mereka ?” ucapku mendramatisir
“ bukan begitu ky,… iiss reky” gusarnya dan akupun
mulai tertawa
“ dasar kauya,,,,” diapun mulai menarik wajahku dan
mencium keningku, kedua mataku, hidungku , kedua pipiku dan terakhir bibirku
“ would you marry me ? and would you waiting be
success and be come a family ?” tiba tiba reky keluarkan cincin di tanganya dan
“ aku benci penolakan nyonya syazil” tambahnya setelah memasukkan cicin itu ke
jari manis
“ ini bukan
pernyataan, ni seperti pemaksaan dan aku harus menerimanya dan sejak kapan aku
jadi nyonya syazil ? ” sindirku dengan senyuman
“ karna aku tahu, kamu tidak akan menolaknya, dan
mulai sekarang rezky azrial sudah terikat dengan ricardo syazil dan mulai detik
ini dirimu adalah nyonya syazil muda,
jadi jangan mencoba untuk mengoda orang lain, jangan coba untuk melirik orang
lain karna kau sudah terikat, ingat itu “ penekaan yang cukup tegas
“ jika aku gak mau bagaimana ? inikan gak terikat
resmi , jadi aku bisalah kemana saja “ liriku sambil tersenyum senyum
“ tidak bolah nyonya syazil, ini resmi dan kamu gak
bisa kemana- mana, paham?” ucapnya sambil mengelitik badanku dan akhiri kami
yang berciuman dibawa sinar bintang
Keesokan harinya
Kami bersiap siap untuk pulang dan makan terlebih
dulu dipantai tapi pagi – pagi pun farel dengan cardo berantem karna mereka
berebut duduk disampingku, dan terakhir aku duduk di tengah mereka dan mereka
mulai menyodorkan makan mereka ke piringku dan piringku suda mengunung krna
penuh, seperti inilah tiap kali makan.
Kami pun gerak pulang ke rumah, tak terasa kami
sampai sore hari di kota dan kami makan dulu sebelum sampai rumah dan kali ini
mereka seperti itu juga farel dengan cardo.
Setiba di rumah tito kami akhir berunding untuk
mengantarkan farel dan cardo dulu dikarenakan ini mobil billy dan rumah billy
dengan rumahku searah agar mereka tidak berantem lagi dan ini sudah cukup malem
sampai dirumah dan sampai detik ini juga pun aku tidak ada memberitahukan
kepergian ku mulai besok. Karna jika aku memberitahukan mereka, aku akan semakin
berat dan susah untuk pergi terlebih cardo, aku sungguh tak bisa mengatakannya,
aku pun mengistirahakan dulu badanku sebentar setelah itu akan takeway ke
airport untuk pergi
Setiba aku di airport aku langsung check-in dan
masukan barang bawaanku saat di pantai karna hanya itu barang yang tertinggal
karna semua sudah di packing mama dan dikirim terlebih dahulu, aku pun
memasukkin pesawat karna jam jadwal keberangkatku tinggal 15 menit lagi , dan
ini masih pukul 4 dan aku sungguh gak sanggup lagi menahan air mataku, aku pun
menangis karna tidak sanggup tidak memberitahukan kabar, aku hanya memberi
kabar pada farel “aku pergi ya farel, aku
titip salam untuk kalian semua, selamat tinggal semuanya” itulah pesanku
saat 5 menit menjelang keberangkatku ke jepang dan aku mematikan hp ku dan
menon-aktifkan kartu karna saat dijepang aku akan membuka lembaran baru tanpa
ke-3 temanku dan tanpa cardo disampingku.
Farel Pov.
Aku terbangun karna bunyi hp ku, aku memang gampang
bangun jika yang bunyi atau bergerak disekitarku, seperti kemarin kejadian
dipantai, sebenarnya aku terbangun melihat reky terbangun dan pergi keluar,
namun saat aku ingin bangun dan menyusulnya dengan cepat cardo bangun dan pergi
mengikuti reky, dan aku pun melihat dan mendengar seluruh pembicaraan mereka
disana, dan aku gak ingin mengganggu keromatinsan mereka dan aku pun sedikit
geli jika melihat live sesama lelaki berciuman namun bukan berarti aku membenci
gay, buktinya kau sama sekali tidak membenci reky.
Balik ke hp ku, aku mencoba melihat siapa yang chat
aku tengah pagi buta gini, dan ternyara reky, kenapa itu anak ? apa ada yang
ketinggalan itu anak ? aku pun membukanya dan cukup terdiam dan terkejut,
setelah membacanya, dengan segera kau menelponi yang lain termaksud si cardo,
karna setelah ku baca,wa media social bahkan no telpon reky tak bisa ku hubungi
lagi padahal itu baru semenit yang lalu.
Dari sekian aku kali aku menelepon mereka hanya
cardo yang mengangkat telponku.
“ ada apa ? gak tau ini masih pagi buta, kenapa kau
hubungi aku ? kangen? Sori rel hati dan jiwaku sudah milik reky jadi kamu
terlambat” ucap lantur sicardo
“ untuk apa aku kangen sama kau, sudahla aku itu
gak penting dan aku gak ingin berdebat padamu, aku ingin tanya, ada si reky
chat atau sms dirimu hari ini saat ini?” tanyaku langsung
“ enggak ada, kenapa kok kayaknya serius kali?”
ucap cardo sepertinya sudah mulai sadar dan menchek ponselnya
“aku dapat pesan dari salam perpisahan dan sekarang
aku lagi berada jalan menuju kerumahnya, untuk melihat keadaanya, semalem kalian
gak da ngomong …..” seketika telpon ku terputus sama si cardo, dasar itu ada
gak ada sopannya , aku tetap focus ke rumah rezky.
Setiba aku disitu ku lihat seluruh rumahnya gelap
dan tak ada cahaya, mungkin mereka tidur tapi kenapa pesan sih reky seperti itu
dan ponselnya gak aktif sampai detik ini ini juga, akupun mencoba untuk menekan
nekan tombol bel rumahnya berkali kali namun tidak ada yang respon, ku coba
untuk menelepon telepon rumahnya tetap juga tidak diangkat, kemana
mereka,kemana kau rezky.
Gak sampai 10 menit dari telepon terputus itu,
cardo datang dengan motornya
“ gimana rel, ada orang didalam?” ucap cardo cepat
“ sepertinya gak ada. Karna daritadi aku menekam
bel rumahnya dan menelepon telepon rumahnya , gak ada yang angkat dan bangun” ucapku
dan aku melihat cardo sudah melompat pagar rumah reky dan akupun mencoba untuk
mengikutinya untuk melompat dan aku pun berhasil.
Kami mencoba untuk masuk kerumah melalui pintu
belakang atau pun jendela yang terbuka namun nihil tapi si cardo berusaha membuka
pintu belakang dengan peralatan obeng kecilnya dan kawat yang ada disakunya dan
itu berhasil pintu terbuka. Saat kami masuk kami terkejut dengan isi rumah,
karna rumah sudah kosong dan sofa pada ditutupin kain putih , tanpa pikir
panjang, cardo langsung menuju kamar reky yang berada di lantai 2 dan isi
didalamnya kosong.
Seketika cardo membeku dan terduduk menangis karna
reky pergi tanpa pemberitahuan sama sekali.
Dan baru ini aku melihat sosok cardo yang lemah dan
menangis histeris. Akupun mencoba mendekatinya untuk mengelus kepala dan
badannya untuk memberi pelukkan agar bisa tegar, walaupun aku sendiri tidak
bisa setegar terlihatnya.
Sudah 2 jam
kami dirumah ini karna tangis yang tak tebendung, kami pun keluar dari rumah
dengan suasana hati yang kacau . kami pun kembali dengan pikiran yang masih
kacau balau.
Ricardo Syazil Pov.
Seperginya aku dari rumah reky, aku tidak bisa
berfikir dengan tenang, akupun hanya membawa motorku dengan pikiran yang entah
kemana bersarang, untung situasi dijalan cukup sepi hingga aku sampai di rumah
dengan selamat,
Sampai aku dirumah, aku sudah ditanyai mamaku yang
terheran heran karna kau datang dari pintu depan
“ ada apa sayang? Kenapa wajahmu kacau sekali ?
bukannya kamu seharusnya senang? Bukannya kata anak mama ini semalem kamu bisa
melamar reky,? Jadi kenapa wajahmu kecut dan kacau ?” heran mamaku melihat
keadaanku
“ ma…. Ma… hiks hiks….. reky ma…. Reky pergi…”
tangisku pecah dipelukkan mama
“ kenapa begitu ? pergi ? pergi kemana ?” heran
mamaku
“ aku gak tau mama, gak tau mama, kenapa dia pergi,
padahal dia menerima lamaranku ma, kenapa mam? Sampai sekarang ini tidak bisa
cardo fikirkan? “ tangisku menjadi di pelukkan mama
“tenang dulu do, bukannya hubungan kalian ini gak
ada masalah dan pertengkaran kan ? krna maam lihat ku gak cerita ?” heran mama
mencoba untuk menenangkan anaknya
“ ada ma, apakah ini perbuatan orangtua reky ma?
Untuk menjauhkan aku dengan reky ?” cardo mencoba menatap mama untuk bertanya
“ memang orangtuanya kenapa ? setauhu mama, mereka
tidak menyiksa reky kan?” tanya mama
“ mereka gak menyiksa reky mama, tapi mereka
menentang hubungan kami setelah hubungan kami diberitahukan oleh papa, dan itu
sempat 2 minggu aku seperti orang gila mencari keberadaan reky disekolah dan kami bertengkar hebat
disitu dan hampir seminggu aku kacau mam karna disuruh untuk pergi jauh sama
reky mam” jelasku “ aku makin kacau, 2 minggu aku hampir gila krna tidak
melihatnya dan kacau saat bertengkar untuk menjauhi walaupun dia ada didepan
mataku, sekarang dai pergi ntah kemana tanpa kabar ma” tambahku dan mamaku
mencoba untuk menenangkan ku
“ada apa ini, kamu kenapa cardo ? kenapa kamu
nangis dan kacau sekali dirimu ?” tanya papanya setelah selesai bertelepon di
samping rumah dekat taman
“ pa… pa reky… reky hilang… dia pergi pa?” ucapku
untuk bisa berbicara
“ pergi? Pantasan” ucap papa pelan
“ pantasan ? maksud papa apa ?” tanyaku seketika
“ perusahan keluarganya reky, memutuskan kontraknya
dengan kita, dan mereka mengembalikan seluruh saham yang kita tanam ke mereka,
dan saham yang papa itu sekitar 50%, jika seperti ini mereka pasti mengalami
kebangkuratan, dan iku sebabnya sekarang perusahaan keluarganya reky, mau
dilelangkan untuk membayar gaji seluruh karyawannya” jelas papa
“ pa… tolong beli perusahaan keluarga reky pa,
biarkan perusahan itu aku yang urus dan mengerjakannya, dan aku ingin
menunjukan pada keluarga reky bahwa aku berhak memiliki reky seutuhnya” ucapku
kuat
“ kamu jangan bertingkah aneh do, pertama papa
sudah membiarkan kamu berpacaran dengan reky karna papa lihat kamu berubah
setelah bersama dia,kedua papa sudah menghentikan perjodohanmu dengan anak
teman kolega papa karna papa melihat keseriusanmu bersama lelakimu dan papa
mencoba nahan malu saat tahu anaknya gay, sekarang kamu menyuruh papa untuk membeli
perusahaanya agar kamu bisa memiliki reky, kamu masih waraskan?” marahnya papa samaku
“ aku masih waras pa, dan papa sudah memberikanku
ijin untuk berpacaran berarti papa menyetujui bahwa reky adalah menantu papa
seperti yang papa bilang waktu itu, maka dari itu, aku ingin mengejar reky
dengan caraku dan menarik reky kembali kesini dengan caraku dan aku kan membuat
perusahaan reky Berjaya kembali” tegasku menatap papa untuk membeli perusahaan
tersebut
“ baiklah papa akan beli itu perusahaanya, tapi kamu
harus berjuang untuk membangkitkan kembali perusahan ini dengan cara kamu
sendiri, kamu mengerti ? soal tentang reky dimana , papa akan bantu kamu untuk
mencari keberadannya, jadi jangan menangis dengan kacau seperti anak kecil
lagi, kau harus tunjukkan sosok keturuan syazil itu tidak lemah, paham ?” ucap
papa sembari memeluk ricardo
“ makasih papa, aku akan buktikan ke papa bahwa
perusahaan ini akan sukses dan menarik kembali reky kesini sebagai menantu
dikeluarga ini” ucapku kembali tegar
“ itu baru anakku, keturunanku, keturunan syazil,
jika papa dapat kabar tentang reky papa akan beritahu dirimu segera, sekarang
papa coba untuk membeli perusahaan reky dulu” ucap papa lalu pergi
Aku pun mencoba untuk tersenym kembali walaupun
susah
“ jangan sedih sayang, jika seperti ini aja kamu
rapuh bagaimana kamu nantinya, bisa bisa kamu menyerah” ucap mama untuk
menyemangatiku, dan kata ini seperti perkataan reky saat dipantai.
Hari ini aku coba untuk bersiap untuk pergi ke
sekolah untuk mengambil hasil ujian ku dan melihat pengumuman hasil ujian kami.
Dan pengumam urutan peringat hasil ujian pun tertera, aku segera melihat nama
reky dan tepat reky berada diurutan pertama dan aku melihat peringkatku,
ternyata peringkatku turun di peringkat 8 padahal tahun lalu aku berada di
peringkat 7.
Dan ini mengingatkanku pada perkataan reky saat
dikantin tentang nilai ujian, jadi maksudmu ini reky, jadi kamu sudah
mengetahui bahwa nilai ku jelek dan peringkatku turun, dan kamu benaran
meninggalkan aku dan kau gak melihatku lagi, ini maksudnya ?, tapi maaf ky, kau
gak bisa meninggalkan aku, aku sudah pernah bilang bahwa hatiku tau dimana kamu
berada, jadi tunggu aku ky , aku akan menemukanmu, setelah aku menemukan, aku
akan buat kamu benar benar terikat secara resmi dan kau tidak akan boleh pergi sejengkal
pun dari pengawasanku dan penglihatanku seperti ini. Aku akan pastikan itu,
karna yang berhak menyandang status nyonya Syazil muda hanya dirimu ky, bukan
orang lain jadi tunggu aku dan jangan biarkan seseorang membawamu, karna hanya
akulah yang boleh membawamu. Aku coba menyakinkan diriku sendiri
>>>>>>>>>>>>>>>>>>To be Continued
<<<<<<<<<<<
Komentar
Posting Komentar